5 December 2019
  • 5 December 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Fakta Unik Basuki Hadimuljono, Bapak Infrastruktur Modern yang Tak Pakai Whatsapp

Fakta Unik Basuki Hadimuljono, Bapak Infrastruktur Modern yang Tak Pakai Whatsapp

By on 22 October 2019 0 28 Views

ROC – Basuki Hadimuljono cukup lama berbincang dengan Presiden Joko Widodo. Banyak hal dibicarakan, mulai dari pembangunan ibu kota baru hingga pembangunan infrastruktur di Indonesia. Presiden Jokowi meminta Basuki untuk kembali menjadi menteri di periode 2019-2024.

Secara tidak langsung Jokowi memintanya untuk kembali mengurus kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menurutnya, pembangunan infrastruktur untuk rakyat masih menjadi fokus pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan.

“Pak Presiden sampaikan, Pak Basuki lanjutkan pembangunan infrastruktur. Bagaimana infrastruktur agar bisa dimanfaatkan masyarakat dan demi kemajuan ekonomi. Misalnya jalan tol tersambung ke kawasan khusus ke lokasi wisata,” ungkap Basuki di Istana Negara, Selasa (22/10).

Tanpa pikir panjang Basuki menerima pinangan Jokowi, kembali menjadi Menteri PUPR untuk lima tahun ke depan. Basuki akan mencatatkan namanya sebagai pekerja di Kementerian PU paling lama sepanjang sejarah.

“Saya ini 50 tahun kerja di PU. Kalau kerja lagi berarti saya yang paling lama. Saya ini 13 tahun eselon I di empat posisi,” ucapnya.

Basuki Hadimuljono memang bukan orang baru di lingkungan Kementerian PUPR. Jika menilik riwayat pekerjaan pria kelahiran Surakarta, 5 November 1954 (umur 64 tahun) ini, maka perjalanan karirnya sebagai aparat sipil negara (ASN) dia habiskan di Kementerian PUPR.

Setelah merampungkan pendidikan Teknik Geodesi Universitas Gajah Mada tahun 1979, Basuki langsung terlibat dalam Proyek Pengembangan Air Tanah Jawa Tengah (1981-1984), Proyek Pengembangan Air Tanah Nusa Tenggara Timur (1985-1993), dan menjadi Pimpro Induk Pengelolaan Wilayah Sungai (PWS) Ciliwung Cisadane (2000-2001).

Doctor of Philosophy, Civil Engineering, Colorado State University, USA, 1992 ini kemudian menjabat Direktur Wilayah Tengah, Ditjen Sumber Daya Air (2001-2002), dan Kepala Biro Perencanaan & Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal (2002-2003).

Selanjutnya dia meniti karir sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air (2003-2005), Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (2005-2007), Inspektur Jenderal (2007-2013), dan Direktur Jenderal Penataan Ruang (2013-2014). Kemudian sejak 27 Oktober 2014, dia dipercaya Presiden Joko Widodo sebagai Menteri PUPR.

Sebagai pejabat negara, Basuki dikenal sebagai pribadi yang tidak saja berprestasi, melainkan juga sederhana. Tak hanya itu. Peraih Anugrah Herman Johannes Award dari Universitas Gadjah Mada (2018) ini dikenal sebagai pribadi yang ‘nyentrik’.

Berikut beberapa fakta unik tentang Basuki Hadumuljono.

Dijuluki Daendels dan Bapak Infrastruktur

Sejak awal masa jabatan, dia langsung ‘tancap gas’ menjalankan amanah presiden. Salah satunya membangun tol trans Jawa maupun trans Sumatera. Adapun untuk jalan tol hingga Maret 2018, sudah diselesaikan 398 kilometer. Menteri Basuki menargetkan hingga akhir 2019 nanti, panjang jalan tol yang terbangun akan mencapai 1.851 kilometer.

Dalam memperlancar konektivitas, dalam periode 2015-2017, sudah selesai dibangun 2.557 kilometer jalan baru dari target pembangunan jalan baru sepanjang 2.650 kilometer pada tahun 2019 mendatang. Untuk jembatan sudah terbangun total 24,4 km dari target 29,8 km jembatan pada tahun 2019.

Prestasi ini membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut Basuki dengan julukan ‘Jenderal Daendels’-nya Indonesia. Presiden Jokowi bahkan sempat menyebutnya sebagai ‘Bapak Infrastruktur Indonesia’.

Rumah pribadi digusur

Komitmen Pak Bas, sapaan akrabnya, dalam menggenjot proyek infrastruktur terntata berdampak pada dirinya sendiri. Lewat cuitan Mahfud MD di Twitter, di ketahui bahwa Basuki merelakan rumahnya yang dia tempati sejak tahun 1990-an digusur demi dilintasi proyek Jalan Tol.

Rumah pribadi Basuki berada di Komplek Pengairan Rawasemut, RT 04/14, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi tersebut digusur demi kepentingan pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Tak pakai Whatsapp

Label ‘pribadi sederhana’ nampaknya melekat padanya. Dia beberapa kali tertangkap kamera tengah menyeruput kopi di warung pinggir jalan dan makan serta menginap di hotel murah.

Namun yang turut mengherankan, Basuki ternyata agak ‘konvensional’ dalam berkomunikasi. Ketika pemanfaatan WhatsApp kian menjamur, Basuki malah lebih memilih menghgunakan SMS (Short Message Service) dalam berkomunikasi, termasuk dengan rekan kerja. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Dia satu-satunya menteri yang tidak pakai whatsapp, jadi masih sms-an. Kalau yang lain whatsapp, tapi kita coba selalu mendukungnya dalam apapun itu,” ujar nya disambut tawa Menteri Basuki dalam acara Ngopi Teko di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (18/10).

Total kekayaan Rp 18,3 miliar

Kerap tampil sederhana, Basuki ternyata memiliki kekayaan yang cukup besar. Mengutip LHKPN, Jakarta, Selasa (22/10), kekayaan Basuki per tanggal 31 Desember 2019 tercatat sebesar Rp 18,3 miliar. Kekayaan Basuki meliputi Tanah dan Bangunan, Alat Transportasi dan Mesin, dan Surat Berharga serta Kas dan Setara Kas.

Basuki Hadimuljono mempunyai 8 bidang tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 11,13 miliar. Dirinya memiliki tanah dan bangunan termahal dengan luas 575 m2 di Bekasi dengan harga Rp 3,5 miliar. Sedangkan, untuk nilai terkecil, dirinya mempunyai tanah seluas 100 m2 di kota Jakarta Selatan dengan nilai Rp 80 juta.

Sementara untuk Alat Transportasi dan Mesin, Basuki memiliki mobil Honda Accord Sedan tahun 2006 seharga Rp 100 juta dan memiliki motor Royal Enfield Bullet Classic tahun 2017 dengan harga Rp 90 juta. Suami Kartika Nurani ini pun mempunyai harta bergerak lainnya sebesar Rp 228 juta. Sedangkan kas dan setara kas, dirinya memiliki Rp 6,75 miliar.

 

(Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *