26 May 2019
  • 26 May 2019
Breaking News

Fahri Hamzah Mendesak Lima Politisi PKS Segera Mundur

By on 27 January 2019 0 80 Views

JAKARTA, Roc – Fahri Hamzah mendesak lima politisi PKS segera mundur dari partai. Mereka adalah pihak tergugat dalam kasus pemecatan wakil ketua DPR itu dari PKS. Fahri menuntut kelimanya karena tidak beritikad membayar ganti rugi Rp 30 miliar sesuai keputusan Mahkamah Agung.

Adapun lima politisi itu adalah Presiden PKS Sohibul Iman, Wakil Ketua Majelis Takhim Hidayat Nur Wahid, Ketua Dewan Syariah Surahman Hidayat, anggota Majelis Takhim Abdi Sumaithi, dan Ketua Badan Penegak Disiplin Organisasi Abdul Muiz Saadih.

“Saya minta kepada 5 orang ini secara sukarela mengundurkan diri demi kader dan demi penyelamatan partai saya minta mereka mengundurkan diri secara sukarela sebagai pejabat partai,” ujar Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Dia meminta kelimanya meninggalkan jabatan di kepengurusan partai. Fahri menilai selama dipimpin oleh Sohibul Iman, PKS mengalami kondisi hancur dan terancam tak lolos ke parlemen. Menurutnya Sohibul tak bisa memompa semangat para kader PKS.

“Supaya ada waktu untuk recovery sebab hancur-hancuran ini partai dalam semua survei disebutkan gak lolos threshold apalagi pakai sistem Sainte Lague penghitungan ini kejam sekali,” ujar Fahri.

Fahri meminta Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al-Jufri untuk bertanggungjawab untuk memberhentikan lima politisi tersebut. Jika tidak memberhentikan lima orang tersebut, maka menurut Fahri patut diduha Salim bersekongkol memecat dirinya dari partai dan DPR.

“Dugaan saya bahwa ketua Majelis Syuro terlibat itu bisa dibuktikan dan karena itu ada kemungkinan juga saya melakukan tindakan pelaporan tidak saja melawan hukum tapi secara bersama sama melakukan tindakan yang ada unsur pidananya,” kata Fahri.

Dia mengultimatum kelima politisi tersebut segera mundur terhitung satu pekan dari sekarang. Karena Fahri menyebut hanya bikin malu partai kalau sampai juru sita datang ke DPP PKS. Terlebih para pimpinan partai itu tak mau mengikuti perintah hukum.

“Saya minta satu Minggu ini, Minggu depan artinya Jumat depan saya akan bicara kembali karena ini adalah dalam rangka kita memperbaiki keadaan,menjaga wajah dan wibawa partai,” jelasnya. [Spy]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *