5 December 2020
  • 5 December 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Erupsi Gunung Merapi : Begini Gunung Merapi Hari ini, Sabtu per 7 November 2020

Erupsi Gunung Merapi : Begini Gunung Merapi Hari ini, Sabtu per 7 November 2020

By on 7 November 2020 0 52 Views

Penampakan Gunung Merapi pagi ini, Sabtu (7/11/2020). (Twitter @BPPTKG)

ROC — Gunung Merapi di Magelang, Jawa Tengah kini berada di level III atau siaga. Kenaikannya statusnya dimulai sejak, Kamis lalu, 5 November siang, sekitar pukul 12.00 WIB.

Pihak Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) bahkan melaporkan adanya potensi erupsi yang dapat timbulkan akibat aktivitas vulkanik dari Gunung Merapi, seperti guguran lava, lontaran material hingga awan panas.

Lantas, seperti apa kondisi terkini dari Gunung Merapi?

Pada Sabtu pagi, tanggal 7 November 2020, terlihat abu tipis terdistribusi di beberapa wilayah di sekitar lereng Gunung Merapi.

Lewat akun Twitternya @BPPTKG, pukul 07.00 WIB, Sabtu (7/11) melaporkan kondisi puncak Merapi dari sejumlah pos pengamatan Gunung Merapi (PGM). Salah satunya dari PGM Kaliurang.

“Via PGM.Kaliurang visual #Merapi berkabut, suhu udara 21.2 °C, kelembaban 75 %rh, pressure 920.2 hpa, angin perlahan hingga sedang ke arah barat.#statussiaga,” tulis BPPTKG.

Penampakan dari PGM Kaliurang, kondisi cuaca di puncak gunung Merapi terlihat berkabut pukul 07.00 WIB.

Potret dari PGM Babadan, sekitar pukul 07.00 WIB. Arah angin masih terus mengarah ke barat, sementara suhu udara 21.2 °C, kelembaban 75 %rh, pressure 920.2 hpa.

Pengamatan dari PGM Jrakah. Suhu udara di sekitar puncak Merapi 16,8 derajat Celcius pagi tadi.

Sementara Potret dari PGM Selo pukul 06.16 WIB. Suhu udara 15.°C, kelembaban 61 %rh, pressure 838.4 hpa, angin perlahan dari timur.

Diprediksi Serupa Letusan 2006

Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta memperkirakan letusan Gunung Merapi selanjutnya masih serupa dengan yang terjadi pada 2006.

Pada 2006, letusan Gunung Merapi bersifat effusif atau lelehan. Namun, tetap ada potensi letusan yang eksplosif.

“Sebenarnya tidak keluar dari skenario yang kita sampaikan. Karakter utamanya masih effusif,” ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida dalam jumpa pers melalui daring, Kamis (5/11) lalu.

Hanik menuturkan meski karakter erupsi Gunung Merapi selanjutnya diperkirakan mirip dengan 2006, tapi masih ada potensi eksplosif.

Saat ini potensi erupsi eksplosif itu terlihat lebih nyata, sebab dari data pemantauan aktivitas vulkanik sudah melampaui kondisi menjelang munculnya kubah lava pada 2006.

Padahal di puncak Merapi hingga November 2020 belum muncul kubah lava.

“Di sini kami menyampaikan kemungkinan adanya eksplosif karena data-data itu. Tetapi ini masih bagian karakternya Merapi,” tegasnya.

Sementara itu Kasi Gunung Merapi, BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso menambahkan karakter utama erupsi diprediksi tetap effusif. Hanya saja diiringi dengan eksplosif.

“Jadi eksplosif ini hanya mengiringi karakter utama dari efusif,” tandasnya.

Agus menuturkan eksplosifitasnya tidak besar. Berbeda dengan eksplosif pada erupsi 2010.

“Tipe erupsi itu ada tipe Merapi dan tipe Merapi plus eksplosif, ini yang dimaksud. Bukan seperti erupsi eksplosif 2010 atau erupsi eksplosif Vulkanian,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya BPPTKG Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari Waspada ke Siaga (level III). Status Siaga ini berlaku mulai 5 November 2020 pukul 12.00 WIB.

(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *