4 July 2020
  • 4 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Erick Thohir : Ingin Lakukan Restrukturisasi, Ini Bocoran Ciri BUMN yang Masuk Daftar

Erick Thohir : Ingin Lakukan Restrukturisasi, Ini Bocoran Ciri BUMN yang Masuk Daftar

By on 14 June 2020 0 51 Views

Jakarta, ROC — Menteri BUMN Erick Thohir berencana melakukan program restrukturisasi. Melalui program tersebut, Erick berkeinginan agar jumlah BUMN hanya sekitar 70 sampai 80 saja. Diapun telah menyiapkan kriteria untuk perusahaan pelat merah yang masuk dalam program restrukturisasi nanti.

Beberapa kriteria yang disebut akan  terkena pemangkasan salah satunya adalah yang memiliki jumlah jajaran direksi dan komisaris banyak. Dia menyebut seperti PTPN.

“Contoh saja misalnya kemarin PTPN, PTPN itu kalau dibilang pengurangan daripada pegawai tidak ada. Tapi yang kita kurangi jumlah direksi dan komisaris,” kata Erick saat live Instagram IDN Times, Sabtu (13/6)

Sejauh ini, BUMN yang tersisa tinggal 107 perusahaan, setelah sebelumnya Erick telah memangkas 35 perusahaan dari 142 BUMN. Namun diakui Erick, bahwa dia melakukan proses ini, dengan tetap terus melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait.

Menurut Erick, jumlah pejabat di pucuk pimpinan perusahaan tersebut hanya menambah birokrasi saja.

“Memperpanjang birokrasi, makanya PTPN utangnya sampai Rp 42 triliun,” ujarnya.

Dia pun memastikan program restrukturisasi ini tidak akan menyasar kepada bagian pegawai. Sehingga yang diprioritaskan dalam program restrukturisasi ini adalah jajaran direksi dan komisaris.

“Jangan salah arti yang middle ke bawah kita jaga, justru untuk sehatkan di atas yang middle bawah kita jaga, kalau perusahaan sehat maka yang middle bawah pasti sehat, kan pemimpin membawa isu populer, tapi ujung-ujungnya perusahaannya bangkrut semua, utangnya gede, jadi saya sikat dulu yang di situ, bukan arogan yah,” ungkapnya.

Dikatakan juga, jika ada pengurangan jumlah pada jajaran pegawai, dirinya meminta semua kalangan melihatnya dengan jernih.

“Konteksnya tolong dibedakan, pegawai yang dikeluarkan dengan kontrak tidak diperpanjang beda. Kalau mengurangi itu ya ngurangi, kalau kontrak tidak diperpanjang itu bukan, karena itu bagian dari penilaian dan hal-hal yang menjadi pertimbangan pimpinan, hal ini yang kita lakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, Erick menyatakan program restrukturisasi perusahaan pelat merah terus berjalan. Dalam restrukturisasi ini, Erick menyebut telah memangkas BUMN dari jumlahnya 142 menjadi 107 BUMN, atau 35 BUMN yang dihilangkan. Erick bilang, dalam restrukturisasi ini pihaknya telah berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait.

“Pada restrukturisasi ini kita melakukan keputusan bersama dengan menteri keuangan dan tentu diskusinya bersama dengan menteri terkait yang ada hubungannya,” katanya dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Selasa (9/6) lalu.

“Alhamdulilah dari 142 BUMN sekarang ini kita bisa mengkategorikan yang namanya BUMN tinggal 107, jumlahnya sudah turun signfikan,” tambahnya.

Bahkan, Erick ingin jumlah BUMN menjadi 70 hingga 80 BUMN. Kemudian, dia menuturkan, kluster BUMN ini juga dipangkas dari 27 menjadi 12 klaster.

Dalam kluster ini, BUMN dikelompokkan berdasarkan rantai pasoknya.

“Kluster ini berdasarkan dinamakan value chain, supply chain atau bagaimana sinergikan core bisnis yang ada,” imbuhnya.

Erick kembali menuturkan, jumlah BUMN saat ini 107. Artinya, berkurang 35 dari sebelumnya 142 BUMN.

“Jumlah BUMN sudah turun dari 142 menjadi 107. Dan kita coba kejar lagi tahun ini kalau bisa angka 90 sampai 80,” pungkasnya.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *