26 November 2020
  • 26 November 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Erdogan Tak Terima Jika AS, Rusia dan Prancis di Belakang Armenia Perangi Azerbaijan

Erdogan Tak Terima Jika AS, Rusia dan Prancis di Belakang Armenia Perangi Azerbaijan

By on 20 October 2020 0 62 Views

Siap Tempur, Erdogan Tak Terima Jika AS, Rusia dan Prancis di Belakang Armenia Perangi Azerbaijan (AA Foto)

ROC – Entah sampai kapan perang antara Armenia – Azerbaijan akan berakhir. Walau sudah ada perjanjian gencatan senjata, Armenia dan Azerbaijan masih terlibat konflik panas.

Rupanya perang Armenia-Azerbaijan menjadi sebuah Proxy War dimana ada campur tangan negara lain.

Dilansir dari The Nation dan Reuters, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beberapa waktu lalu menegaskan jika Ankara akan selalu berada di belakang Azerbaijan. Bahkan baru-baru ini Erdogan menuding jika Armenia melanggar gencatan senjata.

Presiden Turki itu juga berkata jika negaranya siap tempur membantu Azerbaijan di Nagorno-Karabakh karena Armenia dibekingi oleh Amerika Serikat (AS), Rusia dan Prancis.

“Anda mempertanyakan kenapa Turki berpihak pada Azerbaijan? Anda tahu ada trio Minsk yakni AS, Rusia, dan Prancis. Mereka berada di pihak siapa? Mereka dibelakang Armenia. Apakah mereka memberi Armenia segala macam dukungan bersenjata? Ya, sudah dipastikan,” ujar Erdogan.

Erdogan membeberkan memang sebetulnya Trio Minsk tidak berniat mengembalikan Karabakh yang diakui oleh PBB ke Azerbaijan.

“Barat tidak pernah memihak Azerbaijan. Sekali lagi Armenia melanggar gencatan senjata. Apakah Barat angkat bicara tentang itu? namun saat Turki angkat bicara, mereka mengeluh, Turki terlalu banyak omong,” kata Erdogen.

Baku menurut Erdogan memang sudah memilih jalan perang untuk merebut kembali Karabakh apapun resiko dan kerugiannya kelak.

Sementara itu menurut laporan Reuters, ketegangan masih terjadi di Nagorno-Karabakh.

Boleh dibilang jika satu peluru saja meletus maka pertempuran besar akan terjadi kembali.

Sebelumnya gencatan senjata sudah disetujui di Moskow dimana delegasi Armenia dan Azerbaijan bertemu di Kremlin.

Rusia yang menengahi perundingan itu berhasil menghasilkan resolusi agar perang berhenti sementara. Namun nampaknya itu tak akan terjadi lama karena kedua belah pihak saling tuduh siapa yang akan memulai perang kembali. (red)

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *