5 December 2019
  • 5 December 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Eksekusi Tersangka Galian C oleh Kejari Kabupaten Mojokerto, Diadang Massa

Eksekusi Tersangka Galian C oleh Kejari Kabupaten Mojokerto, Diadang Massa

By on 19 August 2019 0 64 Views

Mojokerto, ROC – Setelah ditetapkan sebagai tersangka, seorang pengusaha galian C ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, namun proses penahanan diwarnai dengan pengadangan puluhan massa berpakaian preman.

Massa pendukung tersangka yang bernama Sumardi, mendesak masuk ke area kantor Kejaksaan, menuntut agar tersangka tidak ditahan, sebab selama ini tersangka kooperatif selama pemerksaan.

Sumardi dilaporkan ke Polres Mojokerto oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto diduga mencuri tanah uruk dan sirtu, atau melakukan penggalian lahan sitaan seluas 53 hektar di Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Rudy Hartono selaku Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto turut turun tangan untuk mengawal terdakwa ke mobil tahanan unuk dibawa ke Lapas klas II B Mojokerto.

Proses eksekusi tersangka terus dilakukanm karena kasus sudah masuk tahap P21, dan akan segera disidangkan.

“Intinya tersangka menggali lahan yang berada di Jatirejo, merupakan hak kepemilikkannya sudah diserahkan ke Kejagung oleh Menteri Keuangan,” jelasnya.

Kejari mengatakan bahwa tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian. Sedangkan alasan penahanan merupakan hak prerogatif Penuntut Umum.

“Nanti kita lihat bersama-sama di Pengadilan, teman-teman kawal semoga cepat selesai perkaranya,” katanya.

Kajari membantah kalau ada massa yang masuk ke halaman Kejari Kabupaten Mojokerto dan sempat penyidik tidak bisa membawa tersangka ke dalam mobil tahanan merupakan aksi penghadangan.

Sementara untuk kuasa hukum Sumardi, M. Amin mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan penahanan, penyidik tetap ngotot akan memenjarakan kliennya.

“Sejak pemeriksaan di Polres selalu kooperatif, bahkan kalau sidang kami siap menghadirkan pagi harinya,” jelasnya.

Alasannya untuk memuluskan proses persidangan dinilai tidak rasional kata Amin, namun Aminpun mengakui kalau penahanan merupakan hak penuh dari Penuntut Umum.(HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *