23 October 2020
  • 23 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • DPR Serahkan Naskah Omnibus Law UU Cipta Kerja 812 Halaman ke Jokowi

DPR Serahkan Naskah Omnibus Law UU Cipta Kerja 812 Halaman ke Jokowi

By on 14 October 2020 0 75 Views

Ket.gbr: Poster berisi berbagai ragam pesan lucu yang dibawa para pendemo dalam aksi menolak pengesahan UU Cipta Kerja. Aksi yang awalnya berjalan damai tersebut diwarnai bentrokan dengan polisi di sejumlah kota besar. Instagram

ROC – Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indra Iskandar tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Oktober 2020. Ia datang untuk menyerahkan draf final Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) untuk disahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Indra datang sekitar pukul 14.20 WIB. Ia datang sendiri tanpa didampingi anggota DPR lain. Ia langsung masuk ke Gedung Utama Kementerian Sekretaris Negara yang berada di Komplek Istana Kepresidenan.

Tak ada sepatah kata pun yang diucapkan Indra. Ia hanya sekilas menunjukan berkas draf Omnibus Law tersebut dan kemudian langsung melenggang masuk ke dalam gedung.

Kemarin, Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin memastikan naskah final Undang-Undang Cipta Kerja setebal 812 halaman. Rinciannya 488 halaman berupa undang-undang dan sisanya bagian penjelasan.

Aziz membenarkan jika banyak versi naskah UU Cipta Kerja yang beredar di publik. Perbedaan ini karena proses perubahan ukuran kertas yang dipakai.

“Itu adalah mekanisme pengetikan dan editing tentang kualitas dan besarnya kertas yang diketik,” ujar dia.

Ia menuturkan kertas yang digunakan saat pembahasan tingkat I di Badan Legislasi dan pembahasan tingkat II atau Sidang Paripurna berbeda. Ketentuan sidang paripurna mengatur pengetikan menggunakan kertas jenis legal.

“Sehingga besar dan tipisnya setelah dilakukan pengetikan secara final berdasarkan legal drafter yang sudah ditentukan. Total 812 halaman berikut undang-undang dan penjelasannya,” ucap politikus Golkar itu.

Naskah final UU Cipta Kerja sempat menjadi pembicaraan lantaran yang beredar di publik berbeda-beda. Jelang pengesahan di rapat paripurna DPR RI pada 5 Oktober 2020, sejumlah awak media menerima salinan dari pimpinan Baleg berjumlah 905 halaman. Empat hari kemudian muncul salinan lain setebal 1.052 halaman. Tidak hanya dua, belakangan beredar lagi naskah UU Cipta Kerja dengan judul “RUU CIPTA KERJA – KIRIM KE PRESIDEN” dengan 1.035 halaman.

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar telah mengkonfirmasi bahwa naskah final UU Cipta Kerja yang bakal dikirim ke Presiden Jokowi setebal 812 halaman. Naskah ini, kata dia, sama dengan yang setebal 1.035. Perubahan ini terjadi karena pergantian format kertas dari ukuran A4 menjadi ukuran legal.

(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *