23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • DPR Godok Draf RUU Pemilu, Eks HTI dan FPI Dilarang Memilih dan Dipilih

DPR Godok Draf RUU Pemilu, Eks HTI dan FPI Dilarang Memilih dan Dipilih

By on 28 January 2021 0 96 Views

DPR menggodok Draf RUU Pemilu yang mengatur soal pelarangan bagi anggota HTI dan FPI untuk dipilih dan memilih sebagai calon anggota pejabat publik baik di eksekutif maupun di legislatif.

ROC – Draf Rancangan Undang-Undang ( RUU) Pemilu yang sedang digodok di DPR mengatur soal pelarangan bagi anggota Hizbut Thahrir Indonesia ( HTI ) dan Front PembeIa Islam ( FPI ) untuk dipilih dan memilih sebagai calon anggota pejabat publik baik di eksekutif maupun di legislatif. Pelarangan ini pun ramai menjadi perbincangan publik.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA), Fadhli Harahab menilai langkah tersebut sebagai sikap tegas pemerintah dalam melindungi ideologi bangsa.

“Konsekuensi politik dari pembubaran dan pelarangan FPI, HTI, anggotanya juga harus dilarang ikut dalam perpolitikan elektoral,” ujar Fadhli, Kamis (28/1).

Menurut analis politik asal UIN Jakarta itu, implikasi logis dari pelarangan HTI dan FPI sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan yang dinilai membahayakan ideologi bangsa salah satunya yaitu pelarangan bagi anggotanya terlibat politik.

“Sampai di sini saya kira Eks HTI dan FPI sadar konsekuensi ke depan dari perjuangan mereka,” terangnya.

Namun demikian, lanjut Fadhli, pelarangan ini tidak serta merta dapat mengikis gerakan eks HTI dan FPI untuk terlibat dalam panggung politik secara umum. Terlebih, khusus FPI, saat ini organisasi yang didirikan Habib Rizieq Shihab juga telah berganti nama. Baca juga: Larangan Eks HTI Ikut Pilkada hingga Pilpres Masuk Draf RUU Pemilu

“Berkaca dari pembubaran ormas atau partai di masa lalu, tentu pemerintah paham betul dampak dari pelarangan tersebut. Dan saya kira itu bukan tidak mungkin terjadi pada anggota eks HTI dan PKI, menyebar ke berbagai organ atau organisasi massa atau politik yang lain,” pungkasnya.

red

 

👉Terimakasih sudah membaca & membagikan link republik-online.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *