23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • DPR AS Serahkan Pasal-pasal Pemakzulan Donald Trump ke Senat 

DPR AS Serahkan Pasal-pasal Pemakzulan Donald Trump ke Senat 

By on 26 January 2021 0 113 Views

Ket gbr: Para manajer sidang pemakzulan menyerahkan langsung pasal pemakzulan terhadap mantan presiden Donald Trump terkait penyerbuan pada 6 Januari terhadap Gedung Capitol di Washington, Senin, 25 Januari 2021. (Foto dok: reuters).

ROC — Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) secara resmi telah mengirimkan pasal-pasal pemakzulannya ke Senat. Pasal-pasal itu menuduh mantan presiden Donald Trump menghasut pemberontakan terkait penyerbuan Gedung Capitol AS oleh massa pendukungnya awal bulan ini.

Anggota DPR yang akan menjabat sebagai jaksa dalam persidangan pemakzulan, Senin (25/1) malam malam secara simbolis berjalan menuju ruang Senat untuk menyampaikan pasal-pasal pemakzulan tersebut.

“Trump sangat membahayakan keamanan dan institusi pemerintah Amerika,” ujar Manajer Pemakzulan DPR, Jamie Raskin dari Maryland saat membacakan dakwaan terhadap Trump, dilansir dari reuters hari ini, Selasa (26/1).

Sidang di Senat akan dimulai pada pekan 8 Februari setelah Partai Demokrat dan Republik menyetujui penundaan singkat untuk memberi anggota dari kedua pihak yang akan menjadi penuntut dan tim pembela Trump bersiap-siap. Perpanjangan waktu itu juga akan memberikan Senat kesempatan mengkonfirmasi lebih banyak calon kabinet dari Presiden Joe Biden.

Mantan presiden Donald Trump telah menunjuk dua pengacara dari South Carolina sebagai pembela dalam kasus pemakzulan. Butch Bowers dan Deborah Barbier, yang masing-masing menjalankan firma hukum di Columbia, South Carolina punya waktu dua minggu untuk menyiapkan pembelaan bagi Trump di Senat.

Patrick Leahy, anggota terlama Senat dari Partai Demokrat, Senin (25/1), mengatakan akan memimpin sidang pemakzulan itu. Konstitusi AS mewajibkan ketua Mahkamah Agung memimpin sidang pemakzulan seorang presiden. Namun, karena Trump tidak lagi menjabat, para pejabat mengatakan Ketua Mahkamah Agung John Roberts tidak akan memimpin sidang itu.

Leahy, yang berusia 80, pertama kali terpilih menjadi anggota Senat pada 1974. Ia adalah anggota Senat terlama. Ia mengatakan kepada wartawan di gedung Capitol perannya akan “memastikan bahwa prosedur diikuti” dan mengatakan pengalamannya di Senat selama bertahun-tahun akan membantunya dipandang tidak memihak.

Red

 

 

👉Terimakasih sudah membaca & membagikan link republik-online.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *