15 April 2021
  • 15 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ditetapkan Jadi Tersangka, Mensos Juliari Batubara Menyerahkan Diri ke KPK

Ditetapkan Jadi Tersangka, Mensos Juliari Batubara Menyerahkan Diri ke KPK

By on 6 December 2020 0 98 Views

Menteri Sosial RI, Juliari Batubara, @kemensosri

ROC — Miris, memprihatinkan dan sungguh sangat tidak patut dicontoh, dana bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat untuk penanganan terdampak Covid-19 malah dikorupsi oleh pihak yang berwenang.

Seperti diberitakan, satu lagi menteri yang ditetapkan jadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atas kasus korupsi dana Bansos. Terkait korupsi dana Bansos senilai 17 miliar tersebut, KPK telah menetapkan lima tersangka, salah satunya Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara.

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara diketahui tiba di gedung KPK pada Minggu, 6 Desember 2020 sekitar pukul 02.45 WIB.

Juliari terlihat mengenakan jaket hitam, celana cokelat, topi hitam dan masker masuk ke gedung KPK didampingi oleh sejumlah petugas KPK. Ia langsung naik menggunakan tangga menuju ruang pemeriksaan KPK di lantai 2.

Saat awak media mencoba untuk meminta pernyataannya, Juliari hanya melambaikan tangannya dan melanjutkan langkah menaiki tangga gedung KPK.

Sebelumnya, KPK menetapkan Mensos Juliari Batubara sebagai tersangka karena diduga menerima suap senilai sekitar Rp17 miliar dari rekanan pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Diungkapkan Ketua KPK, Firli Bahuri jika perkara tersebut diawali adanya pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial RI tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp5,9 triliun dari total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dalam 2 periode.

“JPB (Juliari P Batubara) selaku Menteri Sosial menunjuk MJS (Matheus Joko Santoso) dan AW (Adi Wahyono) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan,” ungkap Firli, Minggu (6/12).

Firli melanjutkan, dari pengadaan tersebut diduga disepakati adanya “fee” dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui MJS.

“Untuk “fee” tiap paket bansos di sepakati oleh MJS dan AW sebesar Rp10 ribu per paket sembako dari nilai Rp300 ribu per paket bansos,” lanjutnya.

Setelah itu tambah Firli, Matheus dan Adi pada Mei sampai dengan November 2020 membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa suplier sebagai rekanan yang diantaranya Ardian IM, Harry Sidabuke dan juga PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga milik Matheus.

“Penunjukan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui JPB dan disetujui oleh AW,” bebernya.

Mensos Juliari Batubara diduga menerima dana tunai sebesar 8,2 miliar dari Matheus melalui Adi untuk pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima “fee” Rp12 miliar.

 

(red) 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *