21 October 2020
  • 21 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Ditengah Pandemik Covid19, Perekonomian Indonesia Bisa Maju Dengan Jurus S-3 (Bagian 1)

Ditengah Pandemik Covid19, Perekonomian Indonesia Bisa Maju Dengan Jurus S-3 (Bagian 1)

By on 21 April 2020 1 411 Views

Penulis :

Mayjen TNI (P) Dr. Ir. H. Suharno, M.M

Analis Militer dan Ekonomi

 

ROC – Di masyarakat Jawa ada filosofi sluman, slumun, slamet (S-3). Filosofi S-3 ini memiliki makna yang sangat dalam bahwa seseorang harus bekerja keras, kreatif, dan inovatif, jika ingin mencapai kesuksesan. Namun, pada akhirnya kerja keras itu harus tetap diserahkan kepada Yang Maha Kuasa.

 

Pengertian Sluman, Slumun , Slamet, menurut beberapa kisah yang masih belum bisa dipastikan keabsahanya.

Kata Sluman diambil dari nama Nabi dalam ajaran Islam yaitu Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman AS adalah nabi yang diberi Kelebihan menjadi Raja paling kaya pada masanya, selain kaya raya nabi Sulaiman AS juga memahami bahasa jin dan hewan. Membuat beliau menjadi Nabi yang merajai dunia manusia, Jin dan Hewan atas kehendak ALLAH SWT.

Sedangkan Slumun diambil dari kata “salamun ‘ala mursalin” yaitu penggalan akhir penutup doa yang artinya keselamatan untuk seluruh nabi dan rasul.

Sedangkan Slamet diambil dari bahasa arab Salaam yang artinya selamat.

Jadi Hakikat arti dan makna Sluman, Slumun, Slamet sangat dalam yaitu berusaha dan berdoa untuk selalu selamat karena ALLAH SWT.

Apa hubungannya filosofi tersebut dengan adanya pandemik virus covid 19, serta apa keuntungannya bagi negara Indonesia ini?

Pertama; yang perlu dijelaskan adalah, dengan adanya wabah covid 19 ini, masih ada asa yang dapat diharapkan oleh negara kita Indonesia ini, bahkan Indonesia bisa menyalip negara maju lainnya dan menjadi nomor satu di dunia. Apakah itu mungkin? Sangatlah mungkin bisa terjadi jika kita melakukan beberapa metode yang diterapkan, terutama sekali dalam bidang ekonomi.

Pertama adalah tidak ada pembatasan kegiatan ekonomi, semua berjalan seperti biasanya. Dengan roda ekonomi terus berjalan tanpa pembatasan, maka pertumbuhan ekonomi terus melaju. Sementara negara lain diperkirakan akan hancur perekonomiannya, karena melakukan pembatasan dengan menerapkan lockdown. Perusahaan, pabrik, perkebunan, pertanian dan lain sebagainnya dihentikan, sehingga otomatis pergerakan ekonomi mereka akan terjun bebas.

Baca Juga : Tiwikrama Pemimpin Dalam Mengatasi Covid 19

Ini bisa kita manfaatkan dan akan membuat negara kita unggul, kita melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tanpa melakukan lockdown yang dapat melumpuhkan perekonomian. Dengan PSBB perusahaan dan sektor ekonomi sentral lainnya terus berjalan, tetapi melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, misal pekerja pabrik sebelum bekerja dan masuk area pabrik wajib memakai  masker, APD, APK dan disterilisasi sesuai dengan standar WHO.

Kedua; Pandemik ini akan memaksa kita untuk berdiri sendiri dan mandiri. Memproduksi sendiri semua bahan baku hingga bahan jadi di dalam negeri. Kita tidak perlu melakukan import, karena Indonesia negara yang gemah ripah loh jinawi. Import diberlakukan jika terpaksa, misal kita memerlukan salah satu bahan baku yang memang tidak kita punya, dan sangat urgent.

Jadi, momentum Covid 19, kita bisa berusaha untuk tidak import barang. Negara lain tidak berang jika kita tidak melakukan itu, tetapi jika tidak karena adanya pandemik, maka dipastikan jika negara kita tidak mengimport bahan baku atau barang dari negara lain, maka bisa bisa kita akan di blokade negara lain. Salah satu contoh adalah, saat kita memproduksi sendiri mobil Timor, tidak sepenuhnya bisa dibuat sendiri oleh kita, bahan baku lokal saat itu hanya 20-30 persen, sisanya import. Pembuatan pesawat, tank dan lain sebagainya, kandungan lokal hampir sama, dan maksimal antara 40 hingga 50 persen, padahal negara kita bisa memproduksi sendiri bahan tersebut, dan bahan bakunya tersedia. Kita hanya tinggal menduplikasi atau mengcopy paste teknologi mereka dan dibuat sendiri.

Baca Juga : Motivator Mencapai Prestasi, Mayjen TNI (P) Dr Ir H Suharno, M.M

Ekonomi Indonesia dipastikan akan melaju pesat, dan negara kita bisa disebut menyalip di tikungan, dalam mengungguli negara lain, bahkan maju sekalipun. Perbandingannya, Indonesia mempunyai 34 Provinsi, di negara eropa, 34 provinsi tersebut sama dengan 34 negara. Kita bisa jual beli antar daerah, antar pulau dan antar provinsi, bahan baku, sumber daya alam, gas, minyak, mineral, pertanian, perkebunan, peternakan  dan lain sebagainya semua ada dan tersedia. Kita tidak perlu bantuan negara lain, bahkan negara lain mungkin akan mengimport barang dari kita.

 

Corona Bisa Membuat Ekonomi Indonesia Menang Menyalip Amerika dan Cina

Ada tiga macam cara yang saat ini yang bisa dilakukan oleh Indonesia dalam menyalip negara maju. Caranya,  dengan model Modern Economic Model (MEM),  yang menggunakan teori Modern Monetary Theory  (MMT), sebagai berikut :

1. Printing Money,

Tanpa unsur import,  harus dibuat sendiri,  atau bisa menjiplak.

2. There Is No Alternate, (TINA).

Bunga Deposito 0 %,, agar uang keluar dari Bank masuk ke sektor Produktif

3. Sovereign Wealth Fund (SWF). Mineral Underlaying,

Hitung seluruh Mineral Indonesia. Sebagai Jaminan Dana.

Ketiga hal tersebut akan diterangkan secara lengkap pada bahasan berikutnya.

Jadi pada prinsipnya, dengan terjadinya perlemahan ekonomi di semua sektor seluruh dunia saat ini, yang dimana rata-rata pertumbuhan ekonomi 5% saat ini kemungkinan akan menjadi 1%. Tetapi jika kita melakukan hal yang dibahas tadi diatas, dengan menggunakan filosofi sluman slumun slamet, atau bisa disebut silent operation,  negara kita Indonesia ini pertumbuhan ekonominya malahan akan naik, bukan lagi 5%, bahkan 10% pun bukan hal yang mustahil dilampaui. (Red)

1 Comment
  • Handoko 6 months ago

    Harus di diskusikan dengan pemangku jabatan nih Mas, paling ke Menko

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *