25 October 2020
  • 25 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ditengah Krisis Kesehatan Global Covid-19, CMA CGM Selesaikan Transaksi Penjualan Pertama Di Delapan Pelabuhan Ke Terminal Link

Ditengah Krisis Kesehatan Global Covid-19, CMA CGM Selesaikan Transaksi Penjualan Pertama Di Delapan Pelabuhan Ke Terminal Link

By on 27 March 2020 0 225 Views

Jakarta, ROC — Di tengah ketidakpastian tinggi krisis kesehatan global Covid-19 atau Coronavirus, CMA CGM Group yang merupakan pemimpin dunia dalam pengiriman dan logistik, tetap mampu bersaing dan memperkuat neraca, salah satunya dengan menyelesaikan transaksi pertama terkait penjualan delapan terminal pelabuhan ke Terminal Link seharga USD 815 juta dalam bentuk tunai.

CMA CGM Group juga telah mengurangi utangnya dan segera meningkatkan likuiditasnya, dengan memenuhi rencana likuiditas USD 1,1 miliar yang diumumkan pada 25 November 2019 lalu.

CMA CGM Group melalui siaran pers yang diterima redaksi republikonline.com hari ini, Jumat (27/3), mengumumkan penutupan pertama perjanjiannya dengan China Merchants Port (CMP), dengan penjualan sahamnya di delapan terminal pelabuhan ke Terminal Link. Diketahui kerjasama dengan Terminal Link tersebut dibuat pada tahun 2013 lalu, dengan 51% saham dimiliki oleh CMA CGM dan 49% saham yang dimiliki oleh CMP.

Sejalan dengan syarat dan ketentuan perjanjian yang diumumkan pada tanggal 20 Desember 2019, transaksi pertama ini mewakili total pertimbangan tunai sebesar USD 815 juta. Ini akan memungkinkan Terminal Link untuk memperluas jejak geografis dan jaringan globalnya, sehingga mampu meningkatkan prospek pengembangan bisnisnya.

Adapun untuk penyelesaian pertama ini mencakup terminal-terminal, diantaranya adalah Terminal (Ukraine), CMA CGM PSA Lion Terminal (CPLT), Singapore
Kingston Freeport Terminal (Jamaica), Rotterdam World Gateway (Netherlands), Qingdao Qianwan United Advance Container Terminal (China), Vietnam International Container Terminal, Ho Chi Minh City (Vietnam), Laem Chabang International Terminal (Thailand), Umm Qasr Terminal (Iraq).

Penjualan dua terminal terakhir yang tertuang dan tertulis dalam perjanjian antara CMA CGM dan CMP harus diselesaikan pada akhir semester pertama di tahun 2020 dengan pertimbangan semua uang tunai lebih dari USD 150 juta, sambil menunggu persetujuan oleh badan pengawas yang berkompeten.

Hal tersebut menunjukkan, bahwa CMA CGM Group mampu mengurangi utangnya dan saat ini sedang melanjutkan rencana likuiditasnya. Saat ini CMA CGM sedang melanjutkan pengiriman rencana likuiditas 2,1 miliar dolar AS yang diumumkan pada 25 November 2019 lalu. Rencana ini antara lain mengurangi utang konsolidasi CMA CGM hingga lebih dari USD 1,3 miliar pada akhir semester pertama 2020 dan memungkinkan untuk memperpanjang fasilitas pembiayaan tertentu yang jatuh tempo sepanjang tahun.

CMA CGM Group mampu memperkuat neraca di tengah ketidakpastian tinggi dan krisis kesehatan global Covid-19. Sementara diketahui krisis ini memiliki dampak terbatas pada Q1 2020, yang mana CMA CGM Group memprediksi penurunan volume, terutama ke Eropa dan Amerika Serikat.

Pada kesempatan ini, Chairman and Chief Executive Officer of the CMA CGM Group, Rodolphe Saadé, menyatakan, bahwa transaksi yang diumumkan pada tanggal 20 Desember 2019 tersebut, merupakan langkah penting dalam rencana likuiditas 2,1 miliar USD.

“Dan hal ini akan memungkinkan kami untuk memperkuat neraca keuangan, di tengah ketidakpastian tinggi yang diciptakan oleh krisis kesehatan Covid-19,” jelas Rodolphe Saadé.

Dia juga menyatakan, bahwa penutupan transaksi seperti yang diumumkan tersebut, telah menunjukkan kemampuan dan kredibilitas CMA CGM Group sebagai pemimpin dunia dalam bisnis pengiriman dan logistik.(idj)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *