25 January 2021
  • 25 January 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Disebut Terlibat Korupsi Bansos, ini Penjelasan Gibran Rakabuming Raka

Disebut Terlibat Korupsi Bansos, ini Penjelasan Gibran Rakabuming Raka

By on 24 December 2020 0 44 Views

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka

ROC – Nama putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, ikut terseret dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial.

Dalam pemberitaan media, Gibran yang juga calon Wali Kota Solo, disebut telah merekomendasikan pengadaan tas untuk bantuan sosial oleh Kementerian Sosial (Kemensos) kepada PT Sri Rejeki Isman, Tbk (Sritex)/PT Sritex, yang diketahui berlokasi di Kabupaten Sukoharjo.

Atas isu tersebut, Gibran membantah dengan keras.

“Ya tangkap saja kalau salah. Tangkap aja kalau ada buktinya. Ini saya tegaskan lagi saya tidak pernah ikut-ikut. Tidak pernah yang namanya merekomendasikan, memerintah atau apapun itu. Saya tidak pernah menerima apapun itu dari dana bansos,” kata Gibran yang ditemui wartawan seusai memberikan bantuan gizi di Banyuagung, Kadipiro, Solo, Senin kemarin (21/12).

Diakui Gibran dirinya memang mengenal mantan Mensos, Juliari Batubara. Namun dia menegaskan tidak pernah bertemu Juliari yang kini menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kenal sih kenal, tapi belum pernah ketemu sekali pun,” ucap Gibran.

Selain itu, Gibran mempersilakan untuk mengecek kebenaran informasi ke KPK dan Sritex.

“Silakan cek ke Sritex, cek ke KPK. Kalau ada buktinya sini dibuktikan. Tidak ada yang seperti itu,” tegas dia.

Di media sosial, muncul tagar #TangkapAnakPakLurah yang menjadi trending topic di Twitter.

Pak Lurah disebut-sebut sebagai kode pengganti Presiden Jokowi.

Menanggapi tagar tersebut, Gibran mengaku siap ditangkap jika terbukti bersalah.

“Nanti silakan saja dikroscek ke KPK, kroscek ke Sritex. Kayaknya pihak Sritex sudah mengeluarkan statement. Jadi, itu berita-berita yang tidak benar dan tidak bisa dibuktikan. Kalau mau korupsi kok korupsinya baru sekarang. Tidak dulu-dulu. Saya tidak pernah seperti itu,” sambungnya.

Selain itu, terkait tudingan aliran dana korupsi untuk pemenangan calon kepala daerah, Gibran menegaskan hal itu tidak benar.

Gibran menyebut dirinya telah transparan dalam melaporkan dana kampanye. Dia mempersilahkan untuk mengecek dana kampanye kepada tim pemenangan atau website KPU dan mengecek ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

“Dana kampanye bisa dicek sendiri. Bisa dicek semua LHKPN, dana kampanye semuanya bisa dicek online. Silakan nanti cek ke Bu Roro (bendahara DPC PDI-P). Kita tidak pernah yang namanya ditutup-tutupi,” ungkap Gibran.

Konfirmasi dari pihak Sritex

Sementara itu di tempat terpisah, Head of Corporate Communication PT Sritex, Joy Citradewi membenarkan pihaknya mendapatkan pemesanan tas untuk bansos oleh Kemensos pada April lalu.

“Inquiry tersebut diterima oleh pihak marketing kami langsung dari Kemensos dan telah diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku,” katanya.

Akan tetapi, Joy membantah keterlibatan Gibran dalam merekomendasikan Sritex kepada Kemensos.

“Kami juga ingin mengklarifikasi bahwa tudingan yang beredar mengenai adanya rekomendasi dari Gibran Rakabuming Raka itu tidak benar. Kami menghormati proses hukum yang berlaku dan berharap isu ini dapat segera dituntaskan dengan baik,” terang dia.

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *