31 March 2020
  • 31 March 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Dinkes Pemkot Depok Sebut Wabah Hepatitis A KLB Parsial

Dinkes Pemkot Depok Sebut Wabah Hepatitis A KLB Parsial

By on 22 November 2019 0 78 Views

ROC – Dinas Kesehatan Kota Depok menyatakan wabah Hepatitis A di wilayahnya sebagai kategori kejadian luar biasa (KLB) parsial. Sebab kejadian tersebut hanya terjadi di dalam lingkungan sekolah saja.

“Ya, ini masuk dalam KLB tapi tergolong parsial atau masih dalam lingkungan sekolah saja,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita, Jumat (22/11).

Seperti diketahui, puluhan siswa SMPN 20 Depok terkena virus Hepatitis A dengan gejala lemas secara bersamaan beberapa waktu lalu saat upacara. Dari informasi yang didapat, ada sekitar 70 siswa diduga terjangkit penyakit tersebut.

“Itu yang terdeteksi, setelah kita melakukan pemeriksaan dan sampling darah siswa. Memang, kemungkinan besar mereka terjangkit Hepatitis A,” ucapnya.

Kadinkes menjelaskan penyakit tersebut cepat mewabah karena kurangnya penerapan pola hidup sehat di lingkungan sekolah. Sehingga virus akan cepat menyebar ketika seseorang menjamah makanan dalam kondisi tangan yang kotor.

“Atau bisa juga karena makanan yang kurang baik, oleh sebab itu masalah Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) sangat penting. Seperti cuci tangan sebelum makan, jangan makan sembarangan,” tegasnya.

Dia menegaskan bahwa PHBS harus diterapkan di lingkungan luar sekolah. Penerapan, kedisiplinan kesehatan agar tidak terjangkit oenyakit salah satunya membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum makan.

“Cuci pakai sabun, dan jangan asal memegang makanan apapun dan dimanapun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 20 Depok, Komar Suparman, menegaskan wabah penyakit di lingkungan sekolah tersebut adalah sebuah ujian. Pihaknya, terus berkoordinasi dengan Dinkes Depok. Diakui dia banyak siswanya yang tidak masuk karena sakit namun kegiatan belajar tetap berjalan.

“Kita tidak mengistirahatkan anak – anak bagi yang masih dianggap masih sehat, dianjurkan tetap sekolah. karena kami belum punya kewenangan untuk meliburkan mereka,” katanya.

 

 

(Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *