26 October 2020
  • 26 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Dinkes DKI : Tes 18 Pasar, Pasar Kramat Jati Positif Terbanyak

Dinkes DKI : Tes 18 Pasar, Pasar Kramat Jati Positif Terbanyak

By on 18 June 2020 0 139 Views

Jakarta, ROC — Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengungkapkan pihaknya telah melakukan tes untuk melacak penyebaran virus Corona di 18 pasar di Jakarta. Dari total seribu lebih yang diperiksa, 137 orang dinyatakan positif dan paling banyak berada di pasar induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Ini kita petakan dari kemarin pada saat PSBB transisi, kita masukin ke 18 pasar yang kita periksa ada 1.168 orang dan ternyata positif 137. Di pasar tersebut dan itu sudah dilakukan intervensi, evakuasi, untuk dilokalisir, diisolasi ke Wisma Atlet,” kata Widyastuti saat rapat kerja dengan komisi E DPRD Jakarta, di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (18/6).

“Jadi yang paling tinggi (kasus positif), bapak/ibu sekalian, pasar induk Kramat Jati. Kenapa kami concern di pasar, tadi kami sampaikan bahwa Jakarta tidak mungkin sendirian,” sambungnya.

Widyastuti menuturkan, banyak pedagang pasar dan juga pembeli berasal dari luar Jakarta. Dia menyebut interaksi paling intens terjadi di pasar.

“Pada saat turun ke pasar, pedagang pasar itu berasal dari berbagai daerah. Dari Bogor, Bekasi, Depok, bahkan ada yang dari Sukabumi berkumpul di situ. Yang belanja juga dari mana-mana termasuk juga warga kita. Di situ lah terjadi interaksi yang intens,” tuturnya.

Widyastuti menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan di pasar merupakan salah satu upaya untuk mempercepat langkah pengamanan selanjutnya. Selain itu, hasil dari pemeriksaan juga dapat membantu wilayah lain untuk mengetahui hasil tes warganya yang hilir mudik ke Jakarta setiap hari.

“Sehingga kalau kita temukan lebih cepat, kemudian dilakukan langkah-langkah pengamanan. Tentu kita membantu juga bukan hanya Jakarta tapi juga tetangga kiri kanan kita. Karena itu tadi, interaksi yang intens di dalam komunitas pasar,” tuturnya.

“Kami selain berkomunikasi dengan Kota/ Kabupaten tetangga kami dan kami informasikan seandainya ketemu di kami, kami laporkan bahwa ada warga Bogor misalnya yang positif, ayo tracing untuk dilakukan pendalaman. Sehingga lagi tidak masuk kembali lagi ke kita,” jelasnya.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *