20 October 2020
  • 20 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Dianggap Tidak Apple to Apple : Debat Adian Vs Erick Thohir Nggak Level

Dianggap Tidak Apple to Apple : Debat Adian Vs Erick Thohir Nggak Level

By on 7 July 2020 0 123 Views

ROC — Kritikan yang dilontarkan politisi PDIP Adian Napitupulu tentang sengkarut pengelolaan BUMN yang sedang dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir masih hangat untuk dibahas.

Di dunia maya, belakangan banyak beredar ide untuk menggelar debat antara Erick Thohir dan Adian untuk memperjelas apa maksud kritikan itu dan apa yang sebetulnya terjadi di BUMN. Erick Thohir dan Adian, setidaknya dalam sudut pandang Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukanlah orang yang bermusuhan.

Erick Thohir merupakan mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin di Pilpres lalu. Sedang Adian Napitupulu, merupakan salah satu jurubicara TKN. Bagi mantan Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Maruf, Anas Nasikhin, debat Erick dan Adian tidak perlu digelar. Menurutnya, debat keduanya ibarat pimpinan dan anak buah, alias tidak apple to apple.

“Nggak perlu itu (ada debat), nggak level,” ujar Anas, kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/7).

Terlepas dari posisi keduanya, dikatakan Anas, secara konten kritikan yang dipaparkan oleh Adian adalah soal-soal lama yang sudah tuntas dibahas di internal TKN dulu. Bahkan, sudah menjadi bahan kampanye terbuka Jokowi-Maruf saat membahas soal utang luar negeri. Sambungnya, saat ini utang Indonesia merupakan terkecil kedua di kawasan Asean, tetapi mampu membangun infrastruktur di seluruh Indonesia.

“Pada saat Pak Jokowi-JK menjabat di tahun 2014, telah dibebankan hutang dari pemerintahan sebelumnya sebesar Rp 2.608,8 triliun. Jika per Juli 2018 utang pemerintah tercatat Rp 4.253,02 triliun, maka sebenarnya utang pemerintah era Pak Jokowi-JK hanya Rp 1.644,22 triliun,” jelasnya.

Di samping itu, lanjutnya, selama kurun waktu 2014-2018 pemerintah telah membayar hutang jatuh tempo sebesar Rp 1.628 triliun. Maka bisa dibilang hutang era pak Jokowi-JK itu hanya Rp 16 triliun dalam 4 tahun kepemimpinannya.

“Ini isu lama pada saat Pilpres dimunculkan oleh lawan Pak Jokowi, dan dengan lugas dijawab oleh jubir-jubirnya Pak Jokowi pada saat itu,” kata dia.

Anas menyebut aneh jika tiba-tiba Adian menyinggung BUMN dengan membahas utang luar negeri yang seharusnya dia pun tahu itu.

“Bang Adian tahu itu. Jadi kalau sekarang tiba-tiba dia gunakan isu ini buat nyerang Pak Erick kan gol bunuh diri itu namanya,” imbuhnya.

Jadi Komisaris BUMN dia pun menyarankan Adian, daripada mengkritik dengan hal-hal yang sudah dibahas bersama sebelumnya. Sebaiknya dapat berpikir bersama untuk menyelesaikan sisa utang yang ada.

“Lebih baik dia bantu berfikir bagaimana mengejawantahkan gagasan menyelesaikan persoalan hutang yang sudah dirumuskan saat kampanye yang lalu. Itu lebih produktif,” pungkasnya. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *