20 October 2020
  • 20 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Di Tengah Pandemi, RSCM Kembali Lakukan Layanan Transplantasi Ginjal dengan Protokol Kesehatan

Di Tengah Pandemi, RSCM Kembali Lakukan Layanan Transplantasi Ginjal dengan Protokol Kesehatan

By on 11 September 2020 0 94 Views

ROC — Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) kembali melalukan layanan transplantasi ginjal di tengah pandemi COVID-19 setelah sebelumnya sempat terhenti.

“Layanan transplantasi mulai berjalan kembali dengan memberlakukan protokol kesehatan yang baik dan ketat,” kata Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr. Lies Dina Liastuti SpJP(K), MARS saat diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Jumat (11/9).

RSCM menyadari bahwa pasien-pasien yang membutuhkan transplantasi ginjal tidak boleh terkendala terlalu lama. Oleh karena itu, layanan tersebut kembali dilaksanakan.

Sebelum pandemi COVID-19 melanda Tanah Air, RSCM telah melakukan proses transplantasi ginjal sebanyak 14 kali terhitung periode Januari hingga Maret 2020.

Ia mengatakan RSCM sendiri memiliki komitmen yang jelas terhadap layanan transplantasi ginjal di antaranya menyiapkan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan transplantasi ginjal dengan aman.

Kemudian, memastikan dokter dan tenaga medis bebas COVID-19. Selanjutnya, melakukan pemeriksaan COVID-19 pada pasien yang akan melakukan transplantasi ginjal.

“Kami berharap dengan memberlakukan protokol kesehatan baru ini potensi penularan COVID-19 dapat dikurangi seminimal mungkin tanpa mengurangi kualitas layanan,” ujar dia.

Dengan demikian masyarakat yang membutuhkan prosedur transplantasi ginjal dapat kembali berobat ke RSCM tanpa harus cemas dan gelisah.

“Ini perlu diketahui masyarakat dan menerima pelayanan yang dibutuhkan sebaik mungkin tanpa rasa khawatir,” katanya.

Senada dengan itu, Pokja Transplantasi Ginjal RSCM Dr dr Nur Rasyid menyebutkan dalam masa pandemi COVID-19 ini RSCM tercatat telah melakukan 16 transplantasi.

“Khusus dilakukan di RSCM ada 16 transplantasi, sedangkan untuk total transplantasi yang dilakukan tim kami termasuk yang terlaksana di rumah sakit lain itu ada 28 transplantasi di era COVID-19,” ujarnya.

Ia menambahkan demi keamanan dokter dan pasien, maka semua tim yang bertemu langsung dengan pasien termasuk dokter, perawat di kamar operasi dan ruangan harus menjalani tes usap dua minggu sekali.

(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *