24 March 2019
  • 24 March 2019
Breaking News

Di Tahun Politik Hindari Ghibah dan Fitnah

By on 21 February 2019 0 725 Views

Tahun 2019 ini merupakan tahun politik. Dimana segala ujaran kebencian, fitnah dan ghibah baik secara langsung maupun melalui media social ataupun media pemberitaan santer didengungkan pihak-pihak yang sengaja ingin mengacaukan peta perpolitikan di Indonesia.

“Di Tahun politik ini hindari  Ghibah dan Fitnah. Ghibah membuka aib orang lain dan dosanya lebih besar dari pada zinah dan disamakan dengan memakan bangkai sesamanya. Sedangkan fitnah lebih kejam dari pada pembunahan,” Ujar Suharno.

Ghibah : membuka aib orang lain sesama muslim, Dosanya lebih besar dari pada zinah. Sama dengan memakan bangkai sesamanya.

Fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan,Ghibah dan Fitnah dosanya terus bergulir, bahkan pembikinnya sudah mati di alam kubur. Akan menghabiskan tabungan amal.

Berkorbanlah, seikhlas Nabi Ibrahim AS yang mengorbankan Putranya Ismail, karena Allah SWT, berkorban jiwa raga untuk Allah SWT,

Begitu pula jadikanlah hasil sembelihan unta ikhlas karena Allah. Jangan seperti yang dilakukan oleh orang-orang musyrik di mana mereka melakukan sujud kepada selain Allah dan melakukan penyembelihan atas nama selain Allah. Bahkan seharusnya shalatlah karena Allah dan lakukanlah sembelihan atas nama Allah.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

 “Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku (sembelihanku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS. Al An’am: 162-163)

Beliau menuturkan bahwa ghibah dan fitnah dosanya akan terus bergulir dan perbuatannya akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, bahkan yang mendenguskan ghibah tersebut amalannya akan habis dan hangus.

“Oleh sebab itu hindarilah hal tersebut, sesungguhnya Shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar,” ucapnya.

 

SABA ( 34; 15)

لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚجَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ

laqad kāna lisaba`in fī maskanihim āyah, jannatāni ‘ay yamīniw wa syimāl, kulụ mir rizqi rabbikum wasykurụ lah, baldatun ṭayyibatuw wa rabbun gafụr

artinya :

Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”

 

QS AL-IMRAN (3:26)

قُلِ اللهم مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

qulillāhumma mālikal-mulki tu`til-mulka man tasyā`u wa tanzi’ul-mulka mim man tasyā`u wa tu’izzu man tasyā`u wa tużillu man tasyā`, biyadikal-khaīr, innaka ‘alā kulli syai`ing qadīr

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

 

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

 “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berqurbanlah.”

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ

sungguh, sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar

 

Selain hal tersebut, Jenderal Bintang Dua tersebut menyebutkan bahwa Negara Indonesia ini merupakan tanah yang gemah ripah loh jinawi, dimana Allah SWT telah memberikan rahmat dan berkah dengan diberikannya tanah yang subur makmur, berlimpah sumber daya alam dan manusia, menurut Multatuli Indonesia merupakan rangkaian zamrud khatulistiwa dan mengutip dari tembang Koes Plus (Kolam Susu-Red), bahwa tanah kita tanah surge, tongkat kayu dan batang jadi tanaman.

Untuk bangsa Indonesia, dengan berlimpah Sumber Daya Alam, Zamrut Khatulistiwa (Multatuli), seperti lagunya (KOESPLUS) yang berjudul Kolam Susu

Insya Allah Negara Indonesia akan selalu diberkahi, dengan pemimpin yang jujur, amanah, fathanah, sehingga Indonesia akan Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur,”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *