23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Di Luar Efek Corona, Banjir Akibatkan Pengusaha Merugi Hingga Miliaran Rupiah

Di Luar Efek Corona, Banjir Akibatkan Pengusaha Merugi Hingga Miliaran Rupiah

By on 22 February 2021 0 88 Views

Ilustrasi banjir di Jakarta

ROC — Banjir kembali melanda kawasan Jabodetabek dan menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta. Kerugian dipastikan mencapai miliaran rupiah akibat banjir. Hal ini turut menekan perekonomian yang masih limbung dihantam wabah Virus Corona. Oleh karenanya para pengusaha berharap pemerintah mengambil tindakan penanggulangan yang serius.

Kerugian materiil akibat banjir tak bisa dianggap remeh. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat, setidaknya operasional 200 gerai ritel modern stand alone milik anggota Aprindo di DKI Jakarta terganggu lantaran terendam banjir atau akses terganggu.

Banjir akibatkan Mal terendam

Banjir juga menggenangi sejumlah mal di Jakarta. Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey mengatakan, bahwa pihaknya saat ini sedang mengkonsolidasi berapa banyak toko yang tutup akibat banjir.

Dia menyebutkan bahwa tidak peduli di daerah manapun, bencana seperti banjir pasti memberikan dampak kerugian terhadap peritel.

“Karena kita tidak ada yang mau banjir itu datang, tapi penanggulangan banjir menjadi hal yang penting dan signifikan supaya tidak berulang,” ujar Roy, Minggu (21/2).

Akibat banjir ini, banyak pengusaha ritel yang terpaksa menutup tokonya. Penutupan ini bukan karena tidak mau melayani pelanggan, tetapi karena jalan akses sudah dibanjiri dan air pun masuk ke toko.

“Barusan saya dapat info di Kemang, bahkan di Kemang Raya ada pusat perbelanjaan yang malnya kemasukan air, dan akhirnya anggota kita berusaha menyelamatkan barang yang masih bisa diselamatkan dan mengeluarkan airnya,” tambah Roy.

Dia mengatakan bahwa estimasi kerugian selama dua hari terakhir terbagi menjadi dua. Pertama kerugian karena toko tutup sehingga tidak terjadi transaksi, dan juga karena ada barang dan produk yang rusak.

“Jumlah pastinya saya belum dapat datanya, tapi bisa dikatakan sampai ratusan juta karena kerugiannya akibat dua hal tadi, masyarakat menunda belanjanya dan ada produk dan barang yang rusak,” jelas Roy.

Aprindo berharap ada dirigenisasi penanggulangan banjir. Adanya dirigenisasi ini dinilainya lebih efektif komandonya hanya dari satu dirigen atau pemimpin saja dalam penanggulangan sehingga tidak terjadi multitafsir.

“Diperlukan skala prioritas, karena kalau banjir terjadi baru rame-rame mikir, kalau musim kering tidak ada yang mikirin. Kita prihatin saja bahwa musibah banjir ini seharusnya dan sebaiknya ditanggulangi dengan lebih baik dan serius,” pungkas Roy.

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *