18 February 2020
  • 18 February 2020
Breaking News

Demonstrasi Berujung Maut

By on 11 October 2019 0 79 Views

ROC – Beberapa waktu lalu, demo besar-besaran terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Demo dilakukan oleh mahasiswa dan pelajar.

Mereka menolak Revisi UU KPK yang telah disahkan DPR, dan RUU KUHP. Demo yang terjadi sempat berujung ricuh antara aparat kepolisian dengan pendemo.

Banyak demonstran yang terluka akibat demo tersebut. Bahkan ada yang meninggal dunia. Namun, hingga kini siapa yang harus bertanggungjawab atas kematian mereka belum diketahui.

Siapa saja pendemo yang meninggal? Berikut ulasannya:

La Randi

Demo menolak RUU KPK dan RUU KUHP terjadi juga di Kendari, Kamis (26/9). Demo yang dilakukan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari itu berujung ricuh, hingga akhirnya memakan korban jiwa.

Satu orang tewas akibat demo tersebut. Mahasiswa bernama La Randi (21) itu tertembak pada dada bagian kanan hingga tembus ke punggung belakang.

Sesaat sebelum insiden, terjadi kericuhan antara mahasiswa dan polisi di depan Kantor DPRD Povinsi Sulawesi Tenggara sekitar pukul 16.40 Wita. Polisi kemudian melepaskan ratusan tembakan gas air mata sebagai peringatan.

“Dia sempat kami berusaha selamatkan, namun sulit bernapas karena kena bagian dada,” ujar Ardian, saksi mata di lokasi kejadian.

M Yusuf Kardawi

Tak hanya La Randi, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang juga tewas saat demo ialah M Yusuf Kardawi. Dia mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di RSU Bahteramas, Kendari.

“Iya, pasien Muh Yusuf Kardawi (19) yang menjalani perawatan intensif pascaoperasi di RSU Bahteramas Kendari, Sulawesi Tenggara meninggal dunia Jumat (27/9/2019) sekitar pukul 04.00 Wita,” kata Plt Direktur RSU Bahteramas dr Sjarif Subijakto di Kendari.

Akbar Alamsyah

Yang terbaru ialah Akbar Alamsyah (19). Alamsyah diduga berada di sekitaran gedung DPR saat demo beberapa waktu lalu.

Alamsyah diketahui mengalami retak pada tempurung kepala dan sempat menjalani operasi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Keberadaan Alamsyah sempat tidak diketahui pascademo pelajar tanggal 25 September 2019, dan baru diketahui pada 28 September 2019 dalam kondisi koma di rumah sakit.

 

(Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *