26 November 2020
  • 26 November 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Demi Bahas Hal ini, Menteri Pertahanan Jepang Japri Langsung Prabowo Subianto

Demi Bahas Hal ini, Menteri Pertahanan Jepang Japri Langsung Prabowo Subianto

By on 4 November 2020 0 58 Views

Menhan Prabowo saat bertemu Mark Esper di Washington DC, dia juga bakal lihat dulu persenjataan milik Militer AS Sebelum Beli. (Kemhan.go.id)

ROC — Belum lama ini, Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia mendapatkan undangan langsung dari pemerintah Amerika Serikat.

Tidak tanggung-tanggung, undangan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper.

Berdasarkan keterangan dari juru bicara Menhan Prabowo, Dahnil Azhar Simanjuntak, undangan tersebut bertujuan untuk membahas secara detail perihal kerja sama di bidang pertahanan.

“Undangan ini untuk melanjutkan pembicaraan detail terkait kerja sama bilateral bidang pertahanan,” Tegas Dahnil dalam keterangan tertulis yang ia sampaikan di Jakarta.

Siapa sangka, ternyata tindakan Amerika yang mengundang Menhan Prabowo Subianto menimbulkan berbagai polemik di kancah Internasional.

Demi mengundang Prabowo Subianto yang kini menjadi Menteri Pertahanan Indonesia, Amerika Serikat bahkan rela jadi bulan-bulanan Amnesty Internasional karena mengeluarkan Visa bagi Prabowo yang dicap sebagai pelanggar HAM di Timor Timur dan penculikan aktivis 1998.

Bukan tanpa alasan, Amerika Serikat lewat Washington nekat saja karena mereka tahu hanya dengan mendekati Prabowo maka pengaruh China di Asia Tenggara bisa dibendung.

Prabowo disebut membuat Indonesia berada dalam situasi menguntungkan. Dikutip dari The Diplomat, Kamis (20/10/2020) lalu, yang menayangkan artikel berjudul Prabowo Set to Complicate the Australia-Indonesia Relationship’ karya Ross B.Taylor AM.

“Prabowo berhasil mendekati Rusia dan China, beserta AS dan secara efektif menempatkan Indonesia dalam situasi menguntungkan,” tulis Ross dalam artikelnya.

Prabowo yang punya peran strategis di pemerintahan Jokowi bisa membendung pengaruh China di Asia Tenggara dimana Indonesia bisa bersikap netral.

China sendiri sudah mengakui jika Indonesia adalah kekuatan regional sebenarnya di Asia Tenggara dimana kebijakan luar negerinya bisa berpengaruh langsung terhadap China.

Prabowo seolah jadi buruan banyak negara yang berlomba-lomba ingin menjalin kerjasama dengan Indonesia.

Tak hanya Amerika Serikat dan China, bahkan Jepang ikut berusaha mendapatkan perhatian Prabowo Subianto. Tak tanggung-tanggung, Menteri Pertahanan Jepang sampai rela menelpon sendiri Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto. Hal tersebut dilansir dari Japan Ministry of Defense yang mengeluarkan sebuah pengumuman tertanggal 2 November 2020.

Menteri Pertahanan Jepang telpon Prabowo Subianto Twitter @ModJapan_en

“Pada tanggal 2 November 2020, Menteri KISHI mengadakan video teleconference dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia H.E. Ltgen. (purn.) Prabowo Subianto.

1. Menteri Prabowo mengucapkan selamat kepada Menteri Kishi atas pengangkatannya sebagai Menteri Pertahanan. Menteri Kishi mengungkapkan apresiasinya.

2. Menteri Kishi dan Menteri Prabowo bertukar pandangan tentang masalah keamanan regional, termasuk Laut China Timur dan Laut China Selatan sehubungan dengan peristiwa terkini yang terjadi di wilayah tersebut, dan menegaskan kembali pentingnya tatanan maritim yang bebas dan terbuka berdasarkan aturan hukum.

Menteri Kishi menyatakan bahwa Jepang menentang setiap upaya untuk mengubah status quo secara sepihak dengan paksaan atau kegiatan apa pun yang meningkatkan ketegangan.

3. Mereka juga bertukar pandangan tentang kerja sama dan pertukaran pertahanan bilateral termasuk memperlancar diskusi tentang kerja sama alutsista dan teknologi.

Kedua menteri sepakat untuk mempromosikan kerja sama pertahanan dalam rangka pencegahan penyebaran penyakit menular, termasuk berbagi keahlian dan pembelajaran selama operasi bantuan bencana, terkait dampak pandemi COVID-19.

4. Dalam konteks ini, kedua menteri juga sepakat dalam menjaga komunikasi yang erat antara otoritas pertahanan masing-masing, termasuk pertemuan “2 + 2” pada waktu yang sedini mungkin, dan secara proaktif mempromosikan kerja sama dan pertukaran pertahanan untuk menegakkan dan memperkuat Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka,” tulis Japan Ministry of Defense dalam pengumumannya.

Sementara itu, dikutip dari akun Twitter resmi Japan Ministry of Defense/Self-Defense Forces @ModJapan_en yang mengunggah sebuah cuitan pada 2 November 2020, Menteri Pertahanan Jepang sedang asyik menelepon Prabowo Subianto.

“Pada tanggal 2 November, Menteri Pertahanan Kishi mengadakan VTC dengan Menteri Pertahanan Prabowo dari Indonesia. Mereka bertukar pandangan tentang kerja sama pertahanan bilateral yang terus diperdalam, yang diwakili oleh pelatihan niat baik baru-baru ini di Laut Cina Selatan pada bulan Oktober,” tulis akun @ModJapan_en dalam bahasa Inggris.

(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *