13 December 2019
  • 13 December 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Dedi Mulyadi Sindir Prabowo: Kalau Tolak Hasil Pilpres, Konsekuensinya Tolak Pileg

Dedi Mulyadi Sindir Prabowo: Kalau Tolak Hasil Pilpres, Konsekuensinya Tolak Pileg

By on 16 May 2019 0 105 Views

POLITIK, ROC – Kubu Jokowi heran dengan Prabowo Subianto yang menolak hasil penghitungan suara Pilpres. Ketua BPD Jokowi-Maruf Amin Jabar, Dedi Mulyadi menilai jika Prabowo menolak hasil pilpres seharusnya juga menolak hasil pileg.

Sebab, kata dia, pertanggungjawaban KPU meliputi semua kontestasi dalam Pemilu serentak. Dengan kata lain, ketika hasil pemilu itu dianggap curang, maka pemahaman itu mestinya berlaku paralel bagi pemilihan presiden, DPD, DPR RI hingga DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Tidak bisa hanya menolak hasil pilpres saja. Kalau menolak, ya konsekuensinya menolak hasil pileg di berbagai daerah. kalau yang ditolaknya hanya pemilihan presiden, sedangkan pemilihan legislatif diterima, maka itu disebut ambivalen, dan membingungkan,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (15/5).

Dia menduga, sikap tak konsisten itu karena perolehan suara caleg dari kubu koalisi pendukung Prabowo mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan pemilu lima tahun sebelumnya. Maka dari itu, hasil Pileg tidak dipermasalahkan oleh kubu Prabowo.

Dedi menyebut, dalam pemilu itu terdapat aspek logis, yakni calon presiden memiliki dampak elektoral terhadap partai pengusung. Misalnya, di daerah ketika Jokowi-Ma’ruf menang, maka suara PDI-P menang.

Lalu di daerah di mana Prabowo-Sandi menang, maka yang menikmati efek elektoralnya, yakni Gerindra, PKS dan juga PAN. Setidaknya, PAN bisa lolos melampau ambang batas dalam Pemilu 2019.

“Pak Prabowo memang dalam hitungan sampai hari ini tidak berhasil, tapi partainya mengalami peningkatan yang signfikan. Misalnya di Jawa Barat, Gerindra menikmati kemenangan dari efek Prabowo,” ucapnya.

Dedi menyindir sikap kubu Prabowo yang bahagia suara partainya mengalami peningkatan di tengah isu kecurangan suara Pilpres yang dihembuskan.

“Saat KPU mengesahkan hasil pileg, maka semuanya bahagia. Bahkan, banyak yang sudah syukuran. Tapi giliran pilpres menolak, ya nggak bisa. Harus konsisten, kalau menolak pilpres, ya menolak pileg juga. Tidak bisa sepotong-sepotong,” imbuhnya.

“Kalau dianggap pemilu curang, berarti pileg juga curang. Kalau pileg curang, berarti mereka yang mengalami peningkatan suara legislatif hari ini diperoleh dari hasil kecurangan. Kan konsekuensinya itu,” pungkasnya. [spy]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *