20 October 2020
  • 20 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • China jadi yang Pertama di Dunia, Patenkan Vaksin Covid-19

China jadi yang Pertama di Dunia, Patenkan Vaksin Covid-19

By on 17 August 2020 0 105 Views

ROC — CanSino Biologics Inc telah memenangkan persetujuan paten dari Beijing untuk kandidat vaksin Corona atau Covid-19 Ad5-nCOV.

Demikian laporan media pemerintah berdasarkan dokumen dari regulator kekayaan intelektual negara itu.

Reuters menulis, ini adalah paten vaksin Covid-19 pertama yang diberikan oleh China, surat kabar milik negara People’s Daily melaporkan pada hari Minggu (16/8) kemarin.

Makalah itu mengutip dokumen yang diterbitkan oleh Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China yang mengatakan bahwa paten tersebut dikeluarkan pada 11 Agustus.

Di sisi lain, Arab Saudi mengatakan bulan ini berencana untuk memulai uji klinis Fase III untuk vaksin CanSino.

CanSino juga mengatakan sedang dalam pembicaraan dengan Rusia, Brasil, dan Chili untuk meluncurkan uji coba Fase III di negara-negara tersebut. Saham CanSino Hong Kong naik sekitar 14% di sesi Senin pagi. Saham Shanghai naik 6,6% pada tengah hari.

China Punya Vaksin Covid-19, Dipakai Buat Militer

Sebelumnya beberapa waktu lalu dikabarkan, pemerintah China menyetujui penggunaan vaksin buatan Beijing Instute Biotechnologies dan CanSino Biological digunakan. Namun hanya untuk kebutuhan militer. Nama vaksin tersebut adalah Ad5-nCoV.

Dalam keterangannya CanSino menyebut vaksin yang dibuatnya memiliki “profil keamanan yang baik” dan berpotensi untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus corona Covid-19.

Vaksin ini merupakan pengembangan dari Komisi Militer Pusat Tiongkok dan telah mendapat persetujuan penggunaan pada 25 Juni selama satu tahun. Vaksin ini tidak bisa bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih luas tanpa persetujuan, seperti dilansir dari AFP, Senin (29/6) lalu.

Vaksin buatan Beijing Institute Biotechnologies dan CanSino Biological bernama Ad5-nCoV telah berhasil memicu antibodi penawar pada puluhan pasien. Hasil uji klinis tahap awal ini pun yang dipublikasikan di jurnal kesehatan The Lancet.

Uji coba ini dilakukan pada peserta berusia 18 hingga 60 tahun dan menerima dosis rendah, sedang atau tinggi. Terdapat 36 orang di setiap kelompok dosis tersebut. Kandidat uji coba vaksin diinduksi dengan antibodi yang mengikat pada sebagian besar pasien corona yang telah terjangkit 28 hari.

Dalam uji coba vaksin ini, pada hari ke-28, pasien yang mendapat dosis vaksin rendah dan menengah menunjukkan adanya antibodi penawar dibandingkan dengan pasien dalam kelompok dosis tinggi.

World Health Organization (WHO) mencatat ada 141 vaksin yang sedang dikembangkan di seluruh dunia. 11 di antaranya sudah diuji klinis pada manusia. WHO mengungkapkan vaksin bikinan AstraZaneca dan Moderna jadi yang terdepan dalam perlombaan penemuan vaksin Covid-19 demi hidup normal. (Red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *