23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Cegah Penularan Covid-19, Selain 5M BPS juga Perketat 3T

Cegah Penularan Covid-19, Selain 5M BPS juga Perketat 3T

By on 9 March 2021 0 39 Views

Untuk mencegah penambahan kasus penularan Covid-19, selain menerapkan 5M dan 3M, pemerintah juga memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, di wilayah Jabodetabek, Jawa, Bali dan Sulawesi Selatan, hingga 22 Maret mendatang.

ROC – Untuk mencegah pertambahan penularan virus Corona atau Covid-19, Badan Pusat Statistik (BPS) tak hanya ketat menerapkan gerakan 5M Covid-19, juga ketat dalam menerapkan gerakan 3T alias tracing, testing, dan treatment.

Sekretaris Utama BPS, Margo Yuwono, pun menjabarkan 3T yang dilakukan di BPS. Pertama, berawal dari testing atau melakukan rapid test antigen secara berkala satu bulan sekali kepada seluruh pegawai.

“Ini sebagai langkah awal pemetaan masalah. Seberapa banyak sih yang positif? Test dilakukan secara masal,” ujar Margo, Senin (8/2).

Kedua, bila ada pegawai BPS yang dinyatakan positif, maka tim dokter yang bekerja sama dengan BPS akan melakukan wawancara kepada penderita untuk mengidentifikasi 15 hingga 20 orang BPS yang kontak erat dalam kurun waktu seminggu.

Ketiga, dalam hal treatment, BPS akan menyarankan para pegawai yang positif untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, atau bila memang membutuhkan perawatan, maka BPS sudah bekerja sama dengan rumah sakit.

Tak hanya itu, Margo menyebut BPS tengah berupaya untuk bekerja sama dengan hotel yang sedang afiliasi rumah sakit, untuk menyediakan tempat isolasi mandiri bagi pegawainya yang masih belum punya rumah pribadi.

“Jadi untuk mereka yang risiko penularan tinggi seperti tinggal di kos, maka kami berupaya untuk sediakan hotel. Sedang diurus kontrak dan semoga dalam waktu dekat. Membantu mereka (pegawai BPS) yang belum punya rumah sendiri,” jelas Margo.

Kemudian, Margo menambahkan, bila ada pegawai BPS yang positif, maka ruangan yang digunakan bekerja oleh pegawai tersebut akan dikosongkan dalam tiga hari. Tak hanya itu, ruangan akan disemprot dengan disinfektan.

Pun kalau tidak ada kasus positif, gedung dan ruangan-ruangan di BPS selalu dliakukan penyemprotan disinfektan berkala satu bulan sekali. Ini dengan menimbang ada 25% pegawai yang bekerja dari kantor.

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *