26 October 2020
  • 26 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Cegah Kasus Corona Bertambah, Ini 4 Kriteria Pelonggaran PSBB Yang Harus Diperhatikan

Cegah Kasus Corona Bertambah, Ini 4 Kriteria Pelonggaran PSBB Yang Harus Diperhatikan

By on 12 May 2020 0 131 Views

Foto: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo
(dok.idj/ROC)

Jakarta, ROC — Wacana pelonggaran PSBB kini mulai digagas oleh pemerintah di tengah kasus virus Corona atau Covid-19 yang masih terus bertambah di Indonesia. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menjelaskan empat kriteria pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pandemi virus Corona ini.

Saat ini, jajarannya tengah menyusun tahapan yang jelas soal 4 kriteria tersebut. Hal ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi)

“Bapak Presiden telah berikan instruksi kepada Gugus Tugas untuk menyiapkan suatu simulasi agar apabila kita melakukan langkah-langkah pelonggaran (PSBB), maka tahapan-tahapannya harus jelas,” kata Doni dalam video conference, Jakarta, Selasa (12/5).

Apa beberapa hal yang perlu dikaji oleh beberapa pihak. Kriteria pertama yakni, prakondisi atau sosialisasi. Nantinya, pemerintah melibatkan akademis, pakar epidemiologis, kesehatan masyarakat, sosiologi, komunikasi publik, dan yang berhubungan dengan ekonomi kerakyatan untuk melakukan sebuah kajian.

Kedua, harus diterapkan pada waktu yang tepar. Kapan waktu yang tepat pelonggaran PSBB diterapkan. Doni menegaskan, pelonggaran PSBB dapat dijalankan apabila kurva kasus corona di suatu daerah sudah melandai.

“Kalau daerah belum menunjukkan kurva menurun apalagi kurva melandai, maka tidak mungkin daerah itu diberikan kesempatan untuk lakukan pelonggaran,” ujar Doni.

Doni mengatakan, kriteria ketiga adalah prioritas daerah mana dan bidang apa saja yang diberikan pelonggaran. Sementara kriteria terakhir yaitu, koordinasi pemerintah pusat dan daerah.

“Ini penting sekali. Jangan sampai nanti diberikan pelonggaran ternyata ada penolakan. Demikian juga mungkin dari daerah memutuskan untuk minta pelonggaran atas inisiatif sendiri, ternyata pusat melihat belum waktunya,” tutur Doni.

Menurutnya, keputusan soal pelonggaran PSBB juga tergantung dengan kesiapan masyarakat. Apabila masyarakat terlihat tidak siap, maka pemerintah tak akan melonggarkan PSBB.

“Timing ini juga bisa kita lihat dari tingkat kepatuhan masyarakat di setiap daerah yang akan dilakukan pelonggaran. Manakala tingkat kepatuhan kecil, tentu kita tidak boleh ambil risiko,” jelas Doni.

Kasus Covid-19 Masih Terus Bertambah

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Per hari ini, Selasa (12/5) ada penambahan kasus positif corona sebanyak 484 orang. Sehingga totalnya menjadi 14.749 orang. Pasien sembuh corona juga bertambah sebanyak 162 orang. Sehingga, total akumulatif pasien sembuh menjadi 3.063 orang. Sedangkan, pasien meninggal dunia corona bertambah sedikitnya 16 orang. Total pasien meninggal karena virus Corona menjadi 1.007 orang.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *