1 June 2020
  • 1 June 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Cegah Corona : Kemenhub Tutup 5 Jembatan Timbang dan Siapkan 6 Jenis Angkutan Transportasi Darat Steril Corona

Cegah Corona : Kemenhub Tutup 5 Jembatan Timbang dan Siapkan 6 Jenis Angkutan Transportasi Darat Steril Corona

By on 31 March 2020 0 80 Views

Foto: Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi

Jakarta, ROC — Dalam upaya mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui sektor Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menutup lima jenbatan timbang atau satuan pelayanan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) di sejumlah daerah.

Kelima jembatan timbang tersebut yaitu UPPKB di wilayah BPTD Wilayah VIII Provinsi Banten, BPTD Wilayah IX Provinsi Jawa Barat, BPTD Wilayah X Provinsi Jawa Tengah dan DIY, BPTD Wilayah XI Provinsi Jawa Timur.

Kemenhub, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi republikonline.com menjelaskan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengeluarkan Surat nomor AJ.005/1/11/DJPD/2020 tentang Pembatasan Operasional Satuan Pelayanan UPPKB.

“Surat ini sebagai satu upaya pencegahan dan untuk meminimalisir penyebaran serta mengurangi risiko Covid-19 khususnya pada Satuan Pelayanan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) di lingkungan Ditjen Perhubungan Darat,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Senin (30/3) kemarin.

Dijelaskan juga, UPPKB di luar wilayah yang tidak beroperasi di atas maka akan tetap berjalan. Hanya saja waktu operasional dibatasi selama 5 jam sehari.

“UPPKB di luar wilayah tersebut tetap beroperasi dengan beberapa ketentuan yaitu waktu operasional selama 5 jam sehari dan hanya untuk pendataan angkutan barang,” imbuhnya.

Selain itu, tambahnya, pengemudi juga awak kendaraan atau kernet dilarang turun dari kendaraan selama di area UPPKB. Para petugas di UPPKB juga diwajibkan untuk melakukan beberapa hal yaitu mengenakan masker dan sarung tangan saat bertugas, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Kemudian wajib menghindari kontak fisik dengan menjaga jarak minimal 1 meter serta menghindari menyentuh wajah (mata,hidung,mulut). Selain itu, para petugas juga wajib melakukan pembersihan ruangan kerja dengan disinfektan setiap hari.

“Petugas kami juga harus menjaga kondisi tubuh dengan mengkonsumsi suplemen atau vitamin, juga menjaga kebersihan alat dan ruang kerja maupun lingkungan sekitar UPPKB,” tambah Dirjen Budi.

Dalam surat tersebut juga disebutkan apabila petugas UPPKB memiliki gejala sakit Covid-19 maka diharuskan untuk melapor dan melakukan pemeriksaan kesehatan di pusat layanan kesehatan terdekat.

Terkait surat ini, para Kepala BPTD juga diminta untuk mengatur pembagian shift beserta jumlah personil yang bertugas dan waktu kerja personil yang bekerja di lapangan.

Siapkan 6 Jenis Angkutan Transportasi Darat Steril Corona

Masih melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub juga menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Perdirjen) dengan Nomor KP.1629/UM.006/DRJD/2020 tentang Standar Operasional Prosedur Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Bidang Transportasi Darat.

Hal itu dilakukan dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di bidang sarana dan prasarana transportasi darat. Oleh karena itu diperlukan pencegahan penyebaran corona yang ketentuannya diatur dalam sebuah Standar Operasional Prosedur (SOP).

Budi Setiyadi menyampaikan, Perdirjen tersebut diatur oleh instansi terkait secara bersama-sama dengan berbagai unsur. Ketentuan dalam SOP tersebut nantinya dikerjakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, Balai Pengelola Transportasi Darat.

“Unit Pelaksana Teknis Daerah, Operator Pelabuhan, dan Perusahaan Angkutan Umum sesuai dengan kewenangannya masing-masing,” kata Dirjen Budi.

Dikatakan juga, jumlah pasien terinfeksi corona semakin bertambah, untuk itu SOP ini perlu diterapkan di seluruh sarana dan prasana transportasi darat.

Perdirjen Atur Enam Jenis Transportasi Darat

Perdirjen tersebut mengatur pada enam jenis transportasi darat. Pencegahan penyebaran Covid-19 pada transportasi darat dilaksanakan pada angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum, angkutan sungai, danau, dan penyeberangan.

Kemudian, terminal penumpang angkutan jalan, unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor, pelabuhan penyeberangan, dan pelabuhan sungai dan danau.

“Pencegahan penyebaran Covid-19 akan kami laksanakan dengan penyiapan petugas dan sarana prasarana transportasi darat, pelaksanaan kegiatan pencegahan di sarana dan prasarana transportasi darat,” jelas Dirjen Budi.

Dia menambahkan, pencegahan juga dilakukan di unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor.

“Selain itu juga pencegahan di unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor (UPPKB/ jembatan timbang),” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut, pencegahan pada pelayanan penumpang pejalan kaki, maupun penumpang dengan kendaraan juga tidak boleh terlewat, termasuk kegiatan pencegahan pada pelayanan penumpang pejalan kaki, maupun penumpang dengan kendaraan untuk pelabuhan sungai, danau, dan penyeberangan.

“Kalau sudah ada penumpang yang terindikasi terjangkit Covid-19 setelah deteksi dini maka harus segera dirujuk ke Rumah Sakit,” jelas Dirjen Budi.

Secara umum, dalam Perdirjen tersebut mengatur bahwa baik untuk pencegahan penyebaran Virus Corona, maka penumpang maupun petugas akan diukur suhu tubuhnya dan dipastikan tidak melebihi 37,5° C.

Selain itu, di sarana dan prasarana dilakukan pembersihan dengan cairan disinfektan. Pada semua sarana dan prasarana itu dilakukan penyemprotan, juga pada tempat dan alat yang sering disentuh.

Fasilitas seperti cairan pembersih tangan, thermogun atau thermal scanner harus tersedia. Penumpang juga diminta untuk menerapkan social distancing dengan memperhatikan batas jarak aman satu meter antar penumpang.

 

(idj/idj)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *