13 July 2020
  • 13 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Catatan Mayjen (P) Suharno; Antara Corona dan Metafisika

Catatan Mayjen (P) Suharno; Antara Corona dan Metafisika

By on 26 March 2020 1 510 Views

JAKARTA, ROC— Seluruh masyarakat dunia saat ini dihebohkan dengan fenomena wabah virus corona (covid-19). WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa virus tersebut menjadi pandemi dunia yang menyebabkan ribuan orang meninggal, dan merupakan siklus alam setiap 100 tahun sekali.

Akibat virus ini, disamping korban yang terus berjatuhan yang mana angkanya telah mendekati hampir ratusan ribu jiwa baik yang meninggal ataupun yang terinfeksi, jutaan manusia lainnya terancam terkena wabah mematikan ini. Di samping itu, tercatat ratusan kota diisolasi, ribuan jalur penerbangan ditutup, bahkan secara khusus Negara Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jamaah umroh guna mengantisipasi tersebarnya wabah ini di dua tanah suci.

Menurut Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. H. Suharno, M.M, dalam menyikapi epidemi global ini, sebagai seorang muslim hendaklah kita kembali kepada ajaran-ajaran agama kita. Dan berikut ini beberapa pengalaman saya dalam menghadapi permasalahan yang mungkin bisa diaplikasikan dalam menghadang virus covid 19.

“Mengatasi wabah ini, ada beberapa metode yang dapat kita lakukan,”  ujar Suharno. diantaranya adalah ;

– Dengan bermacam cara pengetahuan ilmiah
– Dengan metode Metafisika /Paranormal,  Doa Islami dari Quran dan Hadist serta Wali Allah/ulama,  doa dari injil bagi umat Kristiani (Pendeta/Pastor), begitu pula penganut Hindu, Budha, Khonghucu, aliran kepercayaan dan lainnya.

Menilik dari pengalaman saya pribadi, pada Latihan gabungan TNI 1996 di Pulau Natuna, pasukan TNI memasang tenda podium tamu,  yang nantinya dipergunakan agar seluruh tamu undangan dapat melihat jalannya latihan penembakan pesawat,  pendaratan amphibi,  perebutan pantai,  pendaratan pasukan di puncak ketinggian yang strategis.

Namun saat memasang tenda tersebut, muncul kejadian yang tidak terduga, ketika baru selesai memasang tenda, tiba tiba muncul hujan lebat,  angin bertiup kencang, membawa kabur tenda, lapangan luluh lantak saat itu.

Kami mengumpulkan para pakar Meteorologi,  Geofisika, TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara untuk membahas dan mengantisipasi kejadian alam tersebut. Dan menurut kesimpulan para ahli, saat itu memang angin besar akan menghantam ke arah Natuna.  Karena kejadian alam tidak bisa diredam dengan ilmu Pasti, akhirnya kami sepakat untuk mengumpulkan para ahli Metafisika dan lain sebagainya untuk membelokkan arah angin dan gelombang ombak yang tinggi. Atas kekuasaan Allah SWT doa kami di ijabah, arah angin berhasil dibelokkan, ombak tenang, awan hitam dan hujan diganti dengan awan putih terang benderang. Subhanallah, atas ijin-Nya acara latgab sukses dilaksanakan sampai puncak acara selesai.

Contoh lainnya, Nabi Sulaiman AS pernah bicara kepada semut untuk menghindar dari injakan pasukan yang akan lewat.
Di Surat An Naml ayat 18 Allah berfirman, “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”.

Beliau kemudian berdoa, yang diabadikan dalam surat An Naml ayat 19, “Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Hadist diatas dapat dijadikan contoh, agar kita bisa memohon kepada Allah Swt,  agar bicara dengan virus covid 19, untuk bergeser dan pindah dari Indonesia, atau agar berhenti menyerang orang Indonesia, bahkan musnah di seluruh bumi ini.

Selain itu, Dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 4 dalam hadits nomor 1484 diriwayatkan dari Anas RA, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah membaca doa berlindung dari segala penyakit. Doanya adalah sebagai berikut:

“Wa an annas radhiyallahu anhu an nabiya shallahu allahi wasallam kana yaqulu, Allahumma innii a’uudzu Bika Minal Baroshi wal Junuuni wal Judzaami wa min Sayyi-il Asqoom”.

Artinya: Dari Anas radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi Muhammad shallahu allahi wasallam mengucapkan doa: Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang (kulit), gila, lepra, dan dari keburukan segala macam penyakit.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (1554) dan an-Nasa-i (VIII/270) melalui dua jalur, dari Qatadah dan Anas RA. Masih dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 4 halaman 474, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam merasa perlu berlindung kepada Allah SWT dari penyakit parah sebab khawatir tak mampu menahan kesabaran. Walhasil kemudian karena tak sabar, kita terperangkap dalam kegelisahan menanggungnya, sehingga berakibat hilangnya pahala kebaikan.

Mari bersama sama kita berdoa sesuai kepercayaan, dan dari tempat masing masing ,  Mulai dari doa tuntunan Rasulullah sampai doa Anak Yatim, semoga terhindar dari malapetaka ini. Aamiin Ya Rabbal Alamin..

1 Comment
  • Handoko 4 months ago

    Alhamdulillah, dapat pencerahan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *