26 February 2020
  • 26 February 2020
Breaking News

Cara China Tangani Virus Corona

By on 28 January 2020 0 27 Views

ROC – China mengklaim berhasil menyembuhkan pasien virus corona. Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan 36 pasien yang terinfeksi virus corona sudah sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit.

Pemerintah China, pada Kamis (23/1), juga mengumumkan seorang pasien perempuan berhasil sembuh dan boleh pulang dari rumah sakit. Pada 8 Januari dia menunjukkan gejala demam, pusing, dan lesu. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Ditan Beijing untuk menjalani perawatan dalam karantina.

Menurut Komisi Kesehatan China, setelah didiagnosa, dia terjangkit virus corona. Dia kemudian dirawat dan menjalani pengobatan hingga secara bertahap kembali sehat. Hasil pemeriksaan kemudian dia memenuhi standar untuk dibolehkan pulang. Pasien perempuan itu adalah orang ke-35 di China yang berhasil sembuh dari virus corona.

Ada banyak cara yang dilakukan China untuk menyembuhkan pasien yang terdampak virus corona. Berikut cara China tangani pasien virus Corona:

Gunakan Obat untuk HIV

China memakai obat untuk pengidap virus HIV sebagai penanganan sementara pasien yang terinfeksi virus corona. Petugas medis kini tengah berupaya menemukan obat untuk pasien yang terjangkit virus corona.
Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mengatakan kombinasi obat lopinavir dan ritonavir yang dijual dengan merek Kaletra dari AbbVie, dipakai untuk menangani pasien yang terinfeksi virus corona. Virus asal Wuhan, Provinsi Hubei itu kini sudah menewaskan 56 orang di China dan menjangkiti 2.000 lainnya di sejumlah negara.

Laman Bloomberg melaporkan, Minggu (26/1), meski belum ditemukan obat yang efektif, NHC menyarankan pasien diberikan dua tablet lopinavir dan ritonavir dua kali sehari dan satu dosis alpha-interpheron lewat tindakan nebulisasi dua kali sehari.

Petugas Medis Militer

Militer China mengerahkan sejumlah dokter spesialis ke Wuhan, Provinsi Hubei, untuk menangani wabah virus corona, Sabtu (25/1). Media pemerintah menyebut pemerintah mengirimkan 450 petugas medis militer ke Wuhan.

Kementerian Pertahanan Nasional mengatakan tiga pesawat angkut militer membawa dokter, perawat, dan persediaan masker serta obat-obatan dari Shanghai, Chongqing, dan Xian, dan mendarat di Bandara Internasional Wuhan Tianhe di provinsi Hubei di Cina tengah, Jumat malam (24/1).

Kementerian tersebut juga mengatakan bahwa semua personel merupakan spesialis utama untuk penyakit pernapasan dan infeksi, serta perawatan intensif dari rumah sakit yang berafiliasi dengan tentara, angkatan laut dan angkatan udara. Mereka akan membantu staf di rumah sakit yang sedang menangani pasien pneumonia.

Menutup Kota Wuhan

Pemerintah China menutup Wuhan – kota dengan lebih dari 11 juta penduduk dan pusat penyebaran virus corona, Kamis (23/1). Pemerintah membatalkan keberangkatan pesawat dan kereta api, dan menangguhkan keberangkatan bus, kereta bawah tanah, dan feri.

Pengumuman itu, dibagikan di media pemerintah China hanya beberapa jam sebelum diberlakukan. Sehari sebelumnya, pihak berwenang mendesak orang-orang untuk tidak melakukan perjalanan ke atau dari kota tersebut.

Pihak berwenang China mengatakan penutupan tersebut diperlukan agar secara efektif bisa menghentikan penularan virus, menghentikan penyebaran epidemi, dan memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Selanjutnya pemerintah China akan mengumumkan sampai kapan penutupan ini akan berlangsung.

Temuan Ilmuwan China

Hingga saat ini, korban virus corona semakin banyak. Tercatat, ada 80 orang tewas akibat terserang virus corona. Namun sepertinya ada harapan untuk menyembuhkan corona. Direktur Laboratorium China untuk Diagnosis dan Pengobatan Penyakit Menular, Li Lanjuan, mengklaim telah mempelajari virus corona dengan seorang ilmuwan Zhong Nanshan dan timnya yang terdiri dari enam ahli.

Menurut Li Lanjuan, virus corona dari Wuhan yang saat ini menyebar di seluruh dunia sebenarnya bisa dihancurkan.

Berdasarkan studi tim, terungkap bahwa virus corona tidak dapat bertahan hidup pada suhu di atas 57 derajat celsius dan akan mati dalam 30 menit.

Tak hanya itu saja, virus corona juga bisa hancur dengan campuran eter, etanol 75 persen, desinfektan dan asam peroksiasetik yang mengandung klorin. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *