26 March 2019
  • 26 March 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Calon Senator ini Sebut Sudah Saatnya Jabar Hijrah Menuju ‘Rahmatan Lil Alamin’

Calon Senator ini Sebut Sudah Saatnya Jabar Hijrah Menuju ‘Rahmatan Lil Alamin’

By on 11 September 2018 0 80 Views

Bandung, ROC – Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Dapil Jabar, Mayjen TNI (Purn) DR. Ir. H. Suharno MM, mengajak umat Islam untuk mengaktualisasikan nilai dan semangat hijrah guna meningkatkan seluruh aspek kehidupan manusia. Hal ini salah satu esensi yang harus dipetik dari semangat pergantian Tahun Baru Hijriyah 1440.

Dikatakan Suharno, hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai dasar penetapan Tahun Baru Hijriyah merupakan tonggak sejarah yang telah mengubah peta baru dalam sejarah Islam dan sejarah peradaban umat manusia di muka bumi ini. Mengenang peristiwa tersebut mengandung hikmah yang besar bagi kehidupan umat Islam.

“Semangat hikmah seusai pulang ibadah Haji, bulan Muharram diambil sebagai tanda awal bulan Islam Hijriah,” ujarnya.

Selain itu, karena dari sudut sejarah, ditetapkannya 1 Muharram sebagai awal mula penanggalan kalender Hijriyah sesungguhnya lebih dititikberatkan sebagai tonggak kebangkitan peradaban umat Islam, dimana Nabi Muhammad hijrah pada malam jumat tanggal 26 di bulan safar, dan seusai melaksanakan ibadah haji, baru ditetapkan 1 muharram adalah awal bulan Islam.

“Melalui peringatan 1 Huharram 1440 H ini, tekad dan semangat kebangkitan Islam itu tetap harus kita pelihara dari waktu ke waktu secara konsisten, betapa pun banyak ujian dan tantangan yang dihadapi umat Islam dewasa ini,” ungkap Suharno.

Hal itu merujuk kepada saat akan melaksanakan Hijrah, Nabi Muhammad harus berjuang untuk bisa terlepas dari kepungan orang Quraish, dan saat itu beliau membaca doa dengan melafalkan surat Yasin ayat 9, yang artinya “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat”.  sehingga saat keluar rumah, beliau tidak diketahui keberadaannya.

Lanjut Suharno, satu muharram tidak berdiri dengan sendirinya, selain melalui beberapa proses, juga sudah tertulis di dalam Al-Quran melalui surat Al Isra Ayat 12  yang dapat diterjemahkan Allah telah memberikan berbagai tanda-tanda kekuasaan-Nya yang sangat besar kepada makhluk-Nya. Di antaranya, dijadikan-Nya siang dan malam berbeda, agar mereka merasa tenteram pada malam hari dan bertebaran pada siang hari untuk menjalani kehidupan, membuat barang-barang, bekerja dan melakukan perjalanan. Selain itu, agar mereka mengetahui jumlah hari, pekan, bulan dan tahun serta mengetahui batas waktu hutang, juga waktu ibadah, mu’amalah, serta berbagai malam kontrak, dan lain sebagainya.

“Oleh karena itu Allah berfirman, litabtaghuu fadl-lam mir rabbikum atau diterjemahkan Agar kamu mencari karunia dari Rabbmu. Yakni dalam kehidupan, perjalanan dan lain sebagainya,” ucapnya.

Selain hal tersebut, mantan Pasahli Panglima TNI ini mengatakan, 1 Muharam merupakan momentum bagi para pemimpin untuk menghijrahkan masyarakatnya kepada kehidupan yang lebih sejahtera dan maju.

“Hari besar Islam yang paling signifikan untuk meningkatkan derajat kehidupan umat adalah tahun baru Islam. Dari sini kita dapat melihat pimpinan-pimpinan kita menghijrahkan masyarakatnya dari yang miskin menjadi tidak miskin. Dari tidak sekolah menjadi sekolah. Dari tidak rukun (damai) menjadi rukun. Dari pengangguran menjadi punya pekerjaan,” paparnya.

Memasuki era tahun politik di 2019, Suharno memprediksi akan terjadinya polarisasi dukungan kepada calon presiden dan wakil presiden serta partai politik peserta pemilu. Beliau mengingatkan agar jangan sampai perbedaan pilihan menjadikan masyarakat Indonesia terpecah belah.

“Mari kita jaga betul ukhuwah, persatuan dan kesatuan kita, agar jalannya pesta demokrasi berlangsung aman, tertib dan damai. Pilihan boleh berbeda, kita harus saling menghormati perbedaan itu dan tidak harus saling menegasikan apalagi sampai menghina, memaki dan memfitnah sebagai sesama warga bangsa Indonesia,” tandasnya.

Beliau bertekad, dengan semangat Hijrahnya Nabi Muhammad SAW, akan mencoba mengubah tatanan dan paradigma yang sudah terpatri khususnya di Provinsi Jawa Barat, sehingga akan menghijrahkan pola yang lama kepada pola yang baru, dan tentunya akan berusaha semaksimal mungkin menjadikan Jawa Barat kearah yang lebih baik lagi dan Rahmatan lil alamin. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *