26 October 2020
  • 26 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Bus Sriwijaya Terjatuh Tepat di Pusaran Sungai Lematang Pagar Alam

Bus Sriwijaya Terjatuh Tepat di Pusaran Sungai Lematang Pagar Alam

By on 25 December 2019 0 294 Views

ROC – Hingga saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban kecelakaan bus Sriwijaya yang masuk jurang di Pagaralam, Sumatera Selatan. Operasi terkendala cuaca dan adanya pusaran air di lokasi jatuhnya bus.

Kepala Kantor SAR Palembang Berty DJ Kowaas mengungkapkan, pusaran air tersebut menyulitkan tim penyelam masuk ke dalam karena arusnya cukup deras dengan kedalaman tiga sampai empat meter. Pihaknya berupaya maksimal agar seluruh korban dapat ditemukan.

“Di situ ada cekungan atau pusaran air, orang sini (setempat) bilangnya lubuk. Nah, cekungan itu menjadi kendala kami,” ungkap Berty, Rabu (25/12).

Sejauh ini belum diketahui pasti jumlah penumpang bus. Oleh karena itu pihaknya membuka posko di setiap kantor SAR di wilayah Sumsel dan Bengkulu sebagai tempat laporan warga yang merasa anggota keluarganya menumpang bus tersebut.

“Kami masih menunggu laporan masyarakat agar bisa diketahui total penumpang,” ujarnya.

Kepala Kantor SAR Bengkulu Abdul Muis mengaku turut bertanggung jawab dalam proses pencarian karena mayoritas korban berasal dari provinsi itu. Pihaknya menurunkan sepuluh penyelam dan 21 personil yang dilengkapi tiga perahu rafting.

“Kami akan sisir hilir sungai sampai radius 53 kilometer. Kami siap membantu karena menjadi tanggung jawab kami,” pungkasnya.

Ini Penyebab Banyak Korban Tewas dalam Kecelakaan Bus Sriwijaya

Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol dr Syamsul Bahar menjelaskan, banyaknya korban tewas tersebut lantaran terjebak dalam bus. Mereka mengalami trauma setelah bus terjatuh dan tak bisa keluar sehingga banyak terminum air.

“Dari hasil pemeriksaan oleh dokter forensik, seluruh korban tewas akibat terjebak dalam bus, mereka juga trauma setelah bus terjatuh dan tertenggak banyak air,” ungkap Syamsul, Rabu (25/12).

Sementara korban selamat, didukung oleh cepatnya bantuan yang datang. Mereka bisa segera keluar bus dan dievakusi ke rumah sakit.

Hingga saat ini, kata dia, sudah ada 34 korban tewas dan selamat 13 orang. Dari 28 jenazah yang dievakuasi di hari pertama, 25 jenazah diantaranya telah diserahkan kepada keluarga dan sisanya masih dilakukan identifikasi.

“Untuk korban selamat, dua orang tadi malam dijemput keluarganya, sebelas orang lagi masih dirawat,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, tim DVI Polda Sumsel tengah mengidentifikasi enam jenazah yang baru ditemukan di hari kedua. “Belum ada yang teridentifikasi, mudah-mudahan secepatnya keluar hasilnya,” pungkasnya. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *