25 January 2021
  • 25 January 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Bukan Hal Baru Jokowi Reshuffle Menteri, Simak Sejarah Perombakan Kabinet Indonesia Maju

Bukan Hal Baru Jokowi Reshuffle Menteri, Simak Sejarah Perombakan Kabinet Indonesia Maju

By on 23 December 2020 0 210 Views

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) 

ROC – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan perombakan (reshuffle) menteri pada Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/2).

Dalam pengumuman tersebut, Jokowi mengenalkan enam orang sebagai menteri-menteri baru di kabinetnya.

“Sore ini saya dan Bapak Wapres ingin mengumumkan anggota baru Kabinet Indonesia Maju,” ujar Jokowi dipantau dari tayangan langsung berbagai sumber.

Seperti diketahui, reshuffle bukan hal yang baru dalam perjalanan pemerintahan Jokowi. Kali ini, merupakan reshuffle kelima yang dilakukan Jokowi.

Dalam periode pertama pemerintahannya, Jokowi pernah berulang kali mengganti komposisi para pembantunya.

Alasan perombakan pun beragam, mulai dari langkah perbaikan manajerial pemerintahan, memperkuat sinergi dan koordinasi lintas kementerian, hingga karena ada menteri yang terjerat korupsi.

Berikut riwayat reshuffle kabinet yang pernah dilakukan Jokowi pada periode 2014-2019 dan 2019-2024:

1. Resuffle pertama

Belum genap satu tahun menjabat sebagai Kepala Negara, pada 12 Agustus 2015, Jokowi mengganti sejumlah menteri.

Ada tujuh posisi yang saat itu dirombak Jokowi, ini rinciannya:

-Darmin Nasution diangkat sebagai Menko Bidang Perekonomian, menggantikan Sofyan Djalil.
-Sofyan Djalil diangkat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas, menggantikan Andrinof Chaniago.
-Rizal Ramli diangkat sebagai Menko Bidang Kemaritiman, menggantikan Indroyono Susilo.

-Luhut Binsar Pandjaitan diangkat sebagai Menko Polhukam, menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno.
-Thomas Lembong diangkat sebagai Menteri Perdagangan, menggantikan Rachmat Gobel.

-Pramono Anung diangkat sebagai Sekretaris Kabinet, menggantikan Andi Widjajanto.

-Teten Masduki diangkat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Luhut B Pandjaitan.

2. Reshuffle kedua

Pada 27 Juli 2016, Jokowi kembali melakukan perombakan kabinet. Ada pergantian 14 posisi menteri dan satu badan.

-Budi Karya Sumadi diangkat sebagai Menteri Perhubungan, menggantikan Ignasius Jonan.

-Bambang Brodjonegoro diangkat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas, menggantikan Sofyan Djalil.
-Sri Mulyani Indrawati diangkat sebagai Menteri Keuangan, menggatikan Bambang Brodjonegoro.
-Sofyan Djalil diangkat menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang, menggantikan Ferry Mursidan Baldan.
-Archandra Tahar diangkat menjadi Menteri ESDM, menggantikan Sudirman Said.

Sebagai catatan pada saat itu, Archandra Tahar disorot terkait dwi kewarganegaraan, Archandra hanya menjabat tak sampai satu bulan. Posisinya digantikan oleh Ignasius Jonan, sementara dia menduduki posisi Wakil Menteri.

-Airlangga Hartarto diangkat menjadi Menteri Perindustrian, menggantikan Saleh Husin.
-Muhadjir Effendy diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menggantikan Anies Baswedan.
-Eko Putro Sanjojo diangkat menjadi Menteri Desa dan PDTT, menggantikan Marwan Jafar.
-Asman Abnur diangkat menjadi Menteri PAN-RB, menggantikan Yuddy Chrisnadi.
-Luhut Binsar Pandjaitan diangkat sebagai Menko Kemaritiman, menggantikan Rizal Ramli.
-Wiranto diangkat menjadi Menko Polhukam, menggantikan Luhut.
-Enggartiasto Lukita diangkat sebagai Menteri Perdagangan, menggantikan Thomas Lembong.
-Thomas Lembong diangkat sebagai Kepala BKPM, menggantikan Franky Sibarani.
-Franky Sibarani menjabat sebagai Wakil Menteri Perindustrian.

3. Reshuffle ketiga

Pada 17 Januari 2018, Jokowi kembali melakukan reshuffle kabinet. Pergantian dilakukan karena Khofifah Indar Parawansa mengundurkan diri sebagai Menteri Sosial.

Khofifah mundur karena mengikuti Pilkada Jawa Timur 2018. Posisi Menteri Sosial selanjutnya diberikan Jokowi kepada Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham.

Selain itu, posisi Teten Masduki sebagai Kepala Staf Kepresidenan digantikan Moeldoko. Teten ditugaskan sebagai Koordinator Staf Khusus Presiden.

4. Reshuffle keempat

Tak berselang lama, Jokowi melakukan reshuffle jilid empat di satu pos kementerian, tepatnya pada 15 Agustus 2018.

Menteri PAN-RB, Asman Abnur, digantikan oleh Syafruddin yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Polri.

Penggantian tersebut didasarkan atas partai asal Asman, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) yang memutuskan berada di luar pemerintahan.

Selain itu, PAN juga diketahui memilih dukungannya kepada pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, lawan Jokowi di Pilpres 2019.

Kemudian, pada 24 Agustus 2018, Jokowi kembali melantik menteri baru, yaitu Agus Gumiwang Kartasasmita.

Agus Gumiwang mengantikan posisi Idrus Marham sebagai Menteri Sosial. Idrus mengundurkan diri karena terjerat kasus korupsi PLTU Riau.

5. Reshuffle kelima

Terbaru, pada Selasa (22/12/2020), Jokowi mengumumkan pergantian enam menteri. Rencananya mereka akan dilantik pada hari ini, Rabu (23/12/2020).

Berikut rinciannya:

-Tri Rismaharini diangkat sebagai Menteri Sosial, menggantikan Juliari Batubara yang menjadi tersangka kasus korupsi.
-Sandiaga Salahuddin Uno diangkat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menggantikan Wishnutama Kusubandio.
-Budi Gunadi Sadikin diangkat sebagai Menteri Kesehatan, menggantikan Terawan Agus Putranto.
-Yaqut Cholil Quomas atau lebih dikenal sebagai Gus Yaqut diangkat sebagai Menteri Agama, menggantikan posisi Fachrul Razi.
-Wahyu Sakti Trenggono diangkat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), menggantikan Edhy Prabowo yang terjerat kasus korupsi.
-Muhammad Lutfi diangkat sebagai Menteri Perdagangan, meggantikan Agus Suparmanto.

Dikutip dari berbagai sumber

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *