27 October 2020
  • 27 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • BSM Crew Service Centre Indonesia Serahkan Santunan Pelaut yang Meninggal di Kapal

BSM Crew Service Centre Indonesia Serahkan Santunan Pelaut yang Meninggal di Kapal

By on 15 September 2020 0 118 Views

ROC – Direktur PT BSM Crew Service Centre Indonesia menyerahkan kompensasi kematian senilai USD 215,000 kepada keluarga ahli waris Almarhum Sugeng Rantono Prihady yang meninggal dunia karena sakit, di atas kapal MT. Thalla Schulete, saat menjalankan tugasnya sebagai pelaut.

Santunan diterima oleh istri almarhum Ibu Nuryati Ina didampingi oleh anak-anaknya, dan disaksikan oleh perwakilan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Dedi Ardian Susanto dan perwakilan asuransi, Leonora F Leihitu.

“Sebelumnya pihak perusahaan juga telah menyerahkan pembayaran sisa gaji sebesar Rp 33,674,400,- dan biaya pemakaman sebesar Rp 12,000,000,” jelas Direktur PT BSM, di Jakarta, Selasa (15/9).

Dia juga menjelaskan, almarhum Sugeng Rantono Prihady adalah Pelaut Indonesia yang direkrut dan ditempatkan oleh Perusahaan PT BSM Crew Service Centre Indonesia sejak tahun 2009. Almarhum telah bekerja di kapal-kapal di bawah managemen perusahaan tersebut, dengan jabatan sebagai Electrician atau Electronic Technical Officer (ETO). Kemudian pada tanggal 19 Juli 2020 Almarhum ditugaskan di kapal MT. Thalla Schulete berbendera Singapore, dan kapal inilah yang menjadi kapal terakhir Almarhum sebagai pelaut.

“Pada tanggal 11 Agustus 2020 jam 11:00 siang almarhum melapor kepada Perwira Jaga di anjungan untuk ijin istirahat di kamarnya dikarenakan sakit dada dan sedikit lemas. Pada pagi harinya almarhum bekerja seperti biasanya. Pada jam 12:30 saat makan siang, salah satu crew diminta oleh perwira jaga untuk mendatangi kamarnya untuk mengecek kondisi almarhum dan untuk diajak makan siang bersama. Akan tetapi, almarhum ditemukan tergeletak di atas sajadah. Kemungkinan almarhum meninggal dunia pada saat menjalankan ibadah sholat. Sementara pada saat itu kapal berada di tengah laut dalam pelayaranya dari Pelabuhan Ruwais menuju ke Romania,” tutur Direktur PT BSM.

Menurut dia, awalnya perusahaan berusaha untuk menurunkan jenazah almarhum di pelabuhan terdekat yaitu Djibouti Afrika, dikarenakan tidak cukup waktu dan tidak adanya kantor perwakilan RI di Djibouti maka rencana ini dibatalkan.

“Selanjutnya perusahaan berusaha menurunkan jenazah di Suez Canal Mesir,  akan tetapi pihak otoritas Pelabuhan Mesir menolak dan tidak mengijinkan untuk menurunkan jenazah. Tim dari PWNI Kementerian Luar Negeri dan KBRI Mesir sudah mencoba membantu untuk mendapatkan perijinan yang dibutuhkan untuk menurunkan jenazah almarhum, kenyataanya pihak Otoritas Pelabuhan Mesir tetap menolak,” imbuhnya.

Lebih jauh di jelaskan, perusahaan kemudian berusaha untuk menurunkan jenazah almarhum di Istambul Turkey. Atas bantuan dari KJRI Istambul akhirnya diperoleh perijinan dari Otoritas setempat untuk menurunkan jenazah di Pelabuhan Istambul dan kemudian diterbangkan ke Jakarta.

“Kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tinginya kepada Pemerintah, khususnya PWNI Kementrian Luar Negeri dan KJRI Istambul yang telah bekerja keras membantu perusahaan untuk mendapatkan perijinan dan telah mengawal penurunkan jenazah almarhum,” tambahnya.

“Seperti kita ketahui bersama,ditengah kondisi pandemic saat ini banyak kendala yang kita hadapi, kesulitan perijinan dan minimnya transportasi penerbangan, tetapi Alhamdulillah semua proses penurunan jenazah almarhum di pelabuhan dan pemulangannya berjalan dengan baik dan lancar.  Sekali lagi kami sampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu,” tutup Direktur PT BSM Crew Service Centre Indonesia.

(idj)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *