23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • BPS: Ekonomi Indonesia Alami Kontraksi di 2020
Ket gbr: Ekonomi Indonesia Triwulan 4, 2020. (Grafis: BPS).

BPS: Ekonomi Indonesia Alami Kontraksi di 2020

By on 6 February 2021 0 79 Views

Ket gbr: Ekonomi Indonesia Triwulan 4, 2020. (Grafis: BPS).

ROC — Pemerintah menilai terdapat sinyal positif pemulihan ekonomi nasional meskipun pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi 2,07 persen.

Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 2,07 persen sepanjang 2020 dibandingkan 2019. Dari sisi produksi, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi di sektor transportasi dan pergudangan. Sedangkan dari sisi konsumsi hampir semua komponen terkontraksi, dengan ekspor barang dan jasa menjadi komponen yang terkontraksi paling dalam.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan keempat 2020 dibandingkan triwulan ketiga 2020 mengalami kontraksi 0,42 persen. Sedangkan triwulan keempat 2020 dibandingkan triwulan keempat 2019 terkontraksi 2,19 persen,” jelas Suhariyanto dalam konferensi pers daring, Jumat (5/2).

Kepala BPS Suhariyanto saat memberikan keterangan pers secara daring, Jumat, 5 Februari 2021. (Foto: ist)

Kepala BPS Suhariyanto saat memberikan keterangan pers secara daring, Jumat, 5 Februari 2021. (Foto: ist).

Suhariyanto menambahkan lembaganya juga mencatat terjadi inflasi sebesar 1,68 persen jika dibandingkan Desember 2019. Namun, realisasi anggaran belanja negara (APBN) pada triwulan empat 2020 naik menjadi Rp732,74 triliun dibandingkan Rp702,74 triliun pada 2019.

Realisasi penanaman modal yang tercatat di BKPM selama triwulan empat 2020 juga mengalami kenaikan 2,7 persen menjadi Rp214,7 triliun. Sebaliknya dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, mengalami penurunan 88,45 persen menjadi 462,47. Hal ini dikarenakan pandemi corona yang berdampak terhadap sektor pariwisata dan industri turunannya seperti hotel dan restoran.

“Kita melihat betapa besarnya dampak pandemi ke pariwisata. Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia turun drastis,” tambahnya.

BPS juga mencatat konsumsi pemerintah terutama belanja barang dan jasa menguat dari Rp125,77 triwulan keempat 2019 menjadi Rp192,34 triliun pada triwulan keempat 2020. Namun, untuk belanja perjalanan dinas mengalami penurunan karena terdampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan bekerja dari rumah.

Red

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *