21 February 2020
  • 21 February 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • BPPT Klaim Modifikasi Cuaca Sukses, Intensitas Hujan Ditekan Hingga 40 Persen

BPPT Klaim Modifikasi Cuaca Sukses, Intensitas Hujan Ditekan Hingga 40 Persen

By on 7 January 2020 0 36 Views

Jakarta, ROC – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali melanjutkan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Operasi hujan buatan ini bertujuan untuk mengurangi curah hujan di wilayah Jabodetabek.

Kepala BPPT Hammam Riza mengklaim operasi modifikasi cuaca yang dilakukan sejak 3 Januari tersebut menunjukkan hasil positif. Intensitas curah hujan dapat ditekan hingga 40 persen.

“Kalau kita membandingkan dengan prakiraan kita menganggap bahwa harapan kita untuk mengurangi intensitas hujan sampai 30-40 persen, itu kelihatannya menunjukkan hasil yang cukup signifikan,” kata dia saat ditemui usai rapat di Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (7/1).

Atas dasar itu Program TMC akan terus dilakukan. Sebab jika menilik prediksi BMKG, hujan deras masih akan terjadi hingga sepekan ke depan. Potensi hujan lebat juga dikarenakan meningkatnya pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin menjadi signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator.

“Tadi dari BMKG menyampaikan bukan hanya udara basah yang datang dari Afrika, tapi ada bibit-bibit siklon yang membawa angin kencang dan hujan yang lebat yang harus kita antisipasi dan kita mitigasi lebih lanjut lagi,” jelasnya.

Penyemaian Garam

Dia menjelaskan, telah dilaksanakan 16 sorti penerbangan selama operasi TMC. Delapan penerbangan dengan menggunakan CN-295 dan delapan penerbangan dengan menggunakan Cassa 212.

“Delapan sorti penerbangan menggunakan CN-295 itu (mengangkut) 2,4 ton. Dengan Cassa 212 itu sekitar 800 kilogram setiap kali dalam satu penerbangan,” terang dia.

Dia menuturkan, Program TMC bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan yang terjadi di daratan. Dengan adanya penyemaian garam di udara, diharapkan hujan turun di wilayah perairan, seperti di Selat Sunda maupun di Teluk Jakarta. Dengan demikian, meskipun hujan tetap terjadi di daerah daratan, intensitasnya kecil.

“Ini sebelum sampai udara basah itu dengan awan-awan yang merupakan awan hujan lebat, itu kita semai sehingga dia turun hujan di perairan, di laut. Di selat Sunda, di Teluk Jakarta, tapi tidak masuk sampai daratan. Kalaupun ada itu adalah sisa-sisa,” ucapnya. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *