11 April 2021
  • 11 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • BPOM: Dengan Expert Dokter Ahli, Pemerintah Pastikan Beri Vaksin yang Bermutu dan Aman

BPOM: Dengan Expert Dokter Ahli, Pemerintah Pastikan Beri Vaksin yang Bermutu dan Aman

By on 8 December 2020 0 261 Views

Vaksin corona. ©REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

ROC – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito, mengatakan pihaknya tengah melakukan observasi pengamatan jalannya uji klinis fase 3 terhadap vaksin Covid-19. Hal ini bertujuan untuk memastikan aspek keamanannya termasuk juga khasiat dan efektivitasnya.

“Sekarang kita sedang berproses untuk observasi pengamatan untuk melihat aspek keamanannya, terutama khasiat dan efektifitasnya. Nah, itulah kenapa kita akan keluarkan Emergency Use Authorization (EUA). Untuk mendapatkannya, efikasi hanya cukup 50 persen, kalau vaksin itu umumnya, biasanya adalah 70 persen,” ujar Penny dalam pernyataannya, Selasa (8/12).

Penny menyebut, bahwa pemerintah hanya akan memberikan vaksin yang bermutu, berkhasiat dan aman. Untuk itu memang dibutuhkan waktu agar pemerintah mendapatkan data yang cukup dan BPOM baru akan mengeluarkan Emergency Use Authorization.

“Dan kami juga tentunya akan menganalisa dengan para expert (ahli) dan dokter-dokter ahlinya,” tegasnya.

Terlebih, Badan POM bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), PT Bio Farma dan Kementerian Kesehatan telah melakukan inspeksi langsung ke China, salah satu negara asal vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia. Gunanya, untuk memastikan kehalalan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, kalau di aspek mutu itu sudah memenuhi aspek cara produksi obat yang baik, ya. Tidak ada efek samping yang kritikal. Dari aspek keamanan sudah baik, sekarang aspek efektifitas, dan khasiat yang kita tunggu,” ujarnya.

Perizinan mengikuti standar internasional

Dalam menerbitkan perizinan, kata Penny, BPOM akan mengikuti standar internasional berdasarkan referensi dari Wolrd Health Organization (WHO).

“Dan merujuk Food and Drug Administration (FDA) atau juga disebut regulator di negara lain yang bagus juga evaluasinya seperti di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara dalam uji klinis, para ilmuwan akan mengambil sampel darah para relawan dan dianalisa di laboratorium. Untuk melihat seberapa besar vaksin itu memberikan peningkatan antibodi pada manusia.

“Karena ada standar yang harus dicapai agar vaksin itu efektif. Dan juga kemampuan vaksin untuk menetralisir virus yang menyerang tubuh manusia,” paparnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah dr Reisa Brotoasmoro, berharap masyarakat sabar menunggu. Namun, sembari datangnya vaksin, masyarakat bisa melakukan cara sederhana, yaitu dengan terus disiplin menerapkan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

“Agar upaya pencegahan kita dapat optimal,” pesan Reisa mengakhiri.

(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *