14 July 2020
  • 14 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Transportasi
  • Bos Lion Air : Rapid Test Penumpang Pesawat Harus Lebih Murah, Biaya PCR Masih Mahal

Bos Lion Air : Rapid Test Penumpang Pesawat Harus Lebih Murah, Biaya PCR Masih Mahal

By on 18 June 2020 0 166 Views

Jakarta, ROC — Setelah Maskapai Lion Air Group memberhentikan sementara penerbangan dan operasional, per tanggal 10 Juni 2020 lalu, Lion Air Group kembali memulai operasional penerbangan untuk layanan penumpang berjadwal domestik.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro kala itu menuturkan hal itu melihat perkembangan calon penumpang pesawat udara yang sudah semakin memahami serta akan memenuhi persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan pesawat yang ditetapkan selama masa waspada pandemi corona.

Selain itu, mengacu kepada Surat Edaran No. 7 Tahun 2020, calon penumpang hanya membutuhkan bukti tes kesehatan seperti PCR atau Rapid Test dan atau surat keterangan kesehatan.

“Pelaksanaan penerbangan Lion Air Group tetap menjalankan protokol kesehatan, dengan harapan agar setiap operasional memenuhi unsur-unsur keselamatan, keamanan dan dalam upaya tidak menyebabkan penyebaran Covid-19,” ujar Danang dalam siaran persnya.

Saat ini, tambahnya, perkembangan pemahaman calon penumpang pesawat udara terhadap persyaratan penerbangan juga semakin terlihat. Calon penumpang sudah semakin memahami serta akan dapat memenuhi persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan pesawat udara yang ditetapkan selama masa waspada pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Sesuai Surat Edaran yang telah diterbitkan, calon penumpang hanya membutuhkan bukti tes kesehatan seperti PCR atau Rapid Test dan atau surat keterangan kesehatan,” sambung Danang.

Sementara itu, Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait menyebutkan pelonggaran kapasitas transportasi dimasa PSBB Transisi diharapkan mampu mendorong kenaikan penumpang angkutan udara dan mampu kembali menggairahkan ekonomi.

Namun demikian, menurut Edward masih ada kendala terkait protokol kesehatan mengenai aturan tes rapid test/PCR yang tidak semaunya tersedia di bandara.

“Selain itu, masih mahalnya biaya rapid tes atau PCR, membuat penumpang masih menahan perjalanannya,” pungkasnya. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *