7 July 2020
  • 7 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Bogor Masuk Peralihan Musim, Waspada Hujan Disertai Angin Kencang dan Petir

Bogor Masuk Peralihan Musim, Waspada Hujan Disertai Angin Kencang dan Petir

By on 22 October 2019 0 271 Views

Bogor – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kawasan Bogor belum memasuki musim hujan, tapi memasuki musim peralihan. Warga diimbau waspada hujan disertai angin kencang.

Kasie Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Dramaga Bogor, Hadi Saputra mengatakan, masyarakat harus waspada saat musim peralihan ini. Sebab, hujan yang turun ketika musim peralihan, berbahaya.

“Waspada hujan lebat dalam waktu singkat, juga angin kencang, petir, hingga hujan es. Angin kencang, puting beliung akan banyak di masa-masa peralihan ini,” kata Hadi ketika dihubungi, Selasa (22/10/2019).

Dia menjelaskan, angin kencang dan petir yang muncul ketika hujan di musim peralihan di Bogor karena awan cumulonimbus. Awan ini, katanya, selalu muncul ketika musim peralihan, baik saat kemarau ke hujan, atau sebaliknya.

“Diprediksi musim peralihan di Bogor ini sampai Oktober-November,” lanjutnya.

Ketika musim hujan datang, kata Hadi, angin kencang dan petir tetap berpeluang muncul di Bogor. Namun, lanjutnya, intensitasnya tidak sebanyak ketika musim peralihan.

Dia pun menjelaskan, musim hujan di Jawa Barat berbeda-beda waktunya di tiap daerah. Kawasan Bogor Selatan (Puncak, Kabupaten Bogor), Cianjur Utara, dan Sukabumi Utara, diprediksi menjadi wilayah terjadinya awal musim hujan yakni pada akhir Oktober 2019.

Awal musim hujan pada November diprediksi terjadi di wilayah Bandung, Garut, Tasik, Ciamis, Pangandaran, Purwakarta, Subang, dan Majalengka.

Lalu pada Desember 2019, kata Hadi, awal musim hujan ada di Pantura, Bekasi, Karawang, Subang Utara, Indramayu, dan Cirebon.

“Kalau Bogor sendiri justru enggak masuk ke wilayah musim, tapi masuk ke non-zona musim. Hal ini karena di Bogor itu, setiap bulannya pasti ada hujan. Untuk puncak musim hujan di Jawa Barat diprediksi terjadi pada Januari-Februari. Tapi bisa bergeser ke Maret. Nanti kita update lagi bulan Desember kira-kira kapan puncak musim hujannya,” ujar Hadi.

(Red/Detik)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *