27 May 2020
  • 27 May 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • BMKG: Ini Daftar Wilayah Yang Harus Waspada Gelombang Setinggi 4 Meter

BMKG: Ini Daftar Wilayah Yang Harus Waspada Gelombang Setinggi 4 Meter

By on 17 May 2020 0 26 Views

Foto: Banjir bandang di Aceh

Jakarta, ROC — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) memprediksikan, sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau sejak awal Mei. BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia.

Fadhly Ilhami SKel dari BMKG dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan potensi gelombang tinggi ini berlaku hari ini (17/5/2020) hingga Senin (18/5/2020) pukul 19.00 WIB.

Terpantau adanya pusat tekanan rendah mencapai 996 hPa di Laut Andaman. Diikuti dengan pola sirkulasi udara yang juga terpantau di Perairan barat Aceh.

Fadhly berkata, pola angin di wilayah Indonesia dari Utara hingga Timur memiliki kecepatan 5-20 Knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Barat Daya hingga Barat Laut memiliki kecepatan 5-25 Knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan selatan Pulau Jawa, dan Laut Arafuru.

“Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut,” kata Fadhly.

Berikut daftar wilayah yang berpeluang terjadi gelombang tinggi dari 1,25 hingga lebih dari 4,0 meter.

Tinggi gelombang, 1,25 – 2,50 meter

-Selat Sape bagian Selatan
-Selat Sumba
-Laut Sawi
-Perairan selatan Flores
-Selat Karimata
-Laut Jawa
-Perairan selatan Kalimantan
-Perairan utara Madura hingga Kepulauan Kangean
-Selat Makassar bagian Selatan
-Perairan Kotabaru
-Perairan Kepulauan Selayar hingga -Kepulauan SabalanaTeluk Bone bagian selatan
-Perairan Manui hingga Kendari
-Perairan Timur Kepulauan Halmahera
-Laut Halmahera
-Perairan Utara Papua Barat hingga Papua
-Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat
-Perairan Utara Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru
-Perairan Fakfak hingga Amamapare

Gelombang tinggi 2,50 hingga 4,0 meter

-Selat Malaka bagian Utara
-PerairanTimur Pulau Simeulue hingga Nias
-PerairanTimur Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu
-Selat Sunda bagian barat dan selatan
-Perairanselatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumba
-Selat Bali- Selat Lombok hingga Selat Alas bagian Selatan
-Perairan Selatan Sawu
-Pulau Rote hingga Kupang
-Samudera Hindia Selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur
-Perairan Kepulauan Wakatobi
-Laut Banda Perairan
-Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar
-Perairan selatan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru
-Laut Arafuru
-Samudera Utara Pasifik Biak hingga Jayapura

Gelombang tinggi lebih dari 4 meter

-Perairan Utara Sabang
-Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai
-Perairan Timur Enggano
-Perairan Barat Lampung
-Samudera Hindia Barat Sumatera
-Samudera Hindia Selatan Banten hingga Jawa Tengah

Fadhly mengingatkan untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Bagi kapal nelayan, terutama apabila kecepatan angin lebih dari 15 Knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Kapal tongkang, waspada dengan kecepatan angin lebih dari 16 Knot dan tinggi gelombang di atas 1,50 meter. Kapal ferry, perlu memperhatikan kondisi kecepatan angin lebih dari 21 Knot dan tinggi gelombang di atas 2,50 meter.

Sedangkan  untuk kapal ukuran besar dan kapal kargo atau kapal pesiar, waspadai kecepatan angin lebih dari 27 Knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, wilayah Kampung Paya Tumpu Baru, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh dilanda banjir bandang, pada Rabu (13/5) lalu. Banjir bandang tersebut bahkan mengharuskan warganya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin mengungkapkan potensi hujan lebat memang masih terjadi di wilayah Aceh beberapa hari belakangan. Tak menutup kemungkinan, wilayah lain Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas tinggi inilah yang menyebabkan bencana banjir bandang terjadi di beberapa wilayah.

“Termasuk Kampung Paya Tumpu Baru yang terletak di sekitar Teluk Benggala,” ujar Miming.

Ia menyebutkan bahwa BMKG akan bertindak sesuai dengan tupoksinya yaitu selalu update untuk prediksi cuaca dan peringatan dini. Informasi ini harus ditindaklanjuti juga oleh pihak terkait lainnya baik tingkat pusat maupun daerah setempat.

“Upaya mitigasi perlu dilakukan segera untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari potensi hujan lebat,” pungkasnya.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *