24 October 2020
  • 24 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Bertambah 160 Kasus Baru, Angka Corona DKI Capai 7,946

Bertambah 160 Kasus Baru, Angka Corona DKI Capai 7,946

By on 7 June 2020 0 128 Views

Foto: ilustrasi (idj/ROC)

Jakarta, ROC — Kasus Corona atau Covid-19 di Jakarta naik. Ada 160 kasus baru yang terkonfirmasi lewat tes seharian ini. Total ada 7.946 kasus Covid-19 secara akumulatif di Ibu Kota.

Terpantau di situs resmi corona.jakarta.go.id, Minggu (7/6), catatan 160 kasus baru merupakan yang tertinggi sejak 14 Mei lalu.

Angka kesembuhan baru ada 330 orang dan angka kematian baru 3 orang. Secara keseluruhan, ada 7.946 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di Jakarta, yang terdiri dari 1.445 orang dirawat, 3.170 orang sembuh, 537 orang meninggal dunia, dan 2.794 orang menjalani isolasi mandiri.

Total orang dalam pemantauan (ODP) ada 37.565 orang dan total pasien dalam pengawasan (PDP) ada 11.980 pasien

Anies Baswedan tegaskan selama transisi akan ada pengawasan yang ketat

Sementara itu, pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadi PSBB masa transisi. Keputusan ini juga disertai pelonggaran aktivitas ekonomi di beberapa tempat dengan syarat mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan selama masa transisi akan ada pengawasan yang ketat. Bila ada pelanggaran terhadap protokol-protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, Anies mengaku tak ragu menggunakan kewenangan untuk memberlakukan kembali PSBB.

“Bila kita tidak disiplin, bila pusat perbelanjaan dibuka secara bebas tanpa protokol kesehatan, bila restoran dibuat penuh karena ingin mengejar keuntungan, maka konsekuensinya kita bisa menyaksikan lonjakan kasus seperti bulan-bulan sebelumnya,” ujar Anies dalam pernyataan pers di Jakarta, Kamis (4/6), saat pengumuman perpanjangan PSBB.

“Bila itu sampai terjadi, Pemprov DKI Jakarta dan Gugus Tugas DKI Jakarta tidak akan ragu dan tidak menunda menggunakan kewenangannya menghentikan kegiatan sosial ekonomi di masa transisi,” kata dia.

Pemprov DKI Jakarta menganggap  PSBB yang ketat harus kembali diberlakukan di seluruh wilayah DKI Jakarta. Pembatasan yang ketat memang jadi momok, terutama bagi para pelaku perekonomian. Namun kondisi pemberlakuan kembali PSBB seperti bulan-bulan sebelumnya sebenarnya bisa dihindari.

Hal tersebut tergantung kapasitas dan kemampuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta menelusuri kasus-kasus baru. Pelacakan orang-orang yang terinfeksi Covid-19 harus cepat dilakukan begitu muncul kasus baru.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *