24 October 2020
  • 24 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Basarnas Gagal Selamatkan Kapal Kargo Singapura, Ini Penjelasannya

Basarnas Gagal Selamatkan Kapal Kargo Singapura, Ini Penjelasannya

By on 18 March 2020 0 195 Views

Jakarta, ROC — Pada Minggu (15/3), sehuah  Kapal kargo berbendera Singapura, melintas di perairan Tanjung Ular, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Saat melintas kapal tersebut terdeteksi melepaskan sinyal tanda bahaya, dan diterima stasiun bumi MLUT milik Basarnas.Tim SAR Pangkal Pinang langsung mempersiapkan upaya pencarian dan penyelamatan.

“Kapal MV Cemtex Pioneer berjenis Bulk Carrier sebelumnya memancarkan distress alert (DSC) pada 15 Maret 2020, pukul 18:29 WIB, ke satelit COSPAS-SARSAT dan di terima stasiun bumi MLUT milik Basarnas dan diteruskan ke Basarnas Command Center,” ujar Kepala Basarnas Pangkal Pinang, Fazzli, Senin (16/3), seperti dikutip republikonline.com, dilansir dari Kompas.com, Selasa (17/3).

Usai satelit menangkap sinyal, petugas gabungan langsung turun melakukan pencarian. Tim SAR pun menyisir area yang dicurigai telah dilintasi kapal kargo Singapura tersebut.

Namun kemudian hasilnya nihil, keberadaan kapal bernama MV Cemtex Pioner, tidak ditemukan.

Fazzli menyampaikan, pihaknya telah melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan Stasiun Radio Operasi Pantai (SROP) Pangkal Balam dan Palembang.

Kapal MV Cemtex Pioneer berjenis Bulk Carrier   Pencarian mengalami kendala, sebab kapal kargo tersebut tak memiliki perangkat Automatic Identification System (AIS).

“Sehingga saat dikonfirmasi ulang, ia tak dapat membalas kembali,” jelas Fazzli.

Sementara itu, berdasarkan pantauan petugas, saat ini kapal Cemtex Pioner telah berlabuh di pantai timur Australia. Petugas menduga adanya kesalahan teknis terkait sinyal tanda bahaya yang dilepaskan kapal tersebut dua hari yang lalu, Pasalnya, kapal kargo raksasa itu, kini telah berganti nama dan bahkan berganti bendera.

“Kapalnya terpantau sedang labuh jangkar di Australia Timur,” kata petugas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muntok, AR Fajerin, Selasa (17/3).

Petugas juga menduga, besar kemungkinan alat dalam kapal kargo itu telah tercecer dan ditemukan nelayan.

“Kemungkinan (alatnya) tercecer dan ditemukan nelayan. Sinyalnya kadang muncul pada waktu tertentu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkal Pinang berkoordinasi dengan agen kapal melalui email. Hal itu untuk memudahkan pencarian. Selain itu, tim di lapangan juga menggunakan Direction Finder (DF) 1.

Alat ini berguna untuk mengetahui lokasi perangkat EPIRB yang memancar ke satelit. Meskipun begitu, hingga hari ini, pencarian masih belum menemui balasan.

Oleh karenanya, petugas melakukan e-broadcast dengan kapal-kapal lain yang melintasi wilayah tersebut.

“Untuk sementara pencarian dihentikan dulu,” pungkasnya.

(idj/idj)

Foto : dokumentasi Tim Basarnas

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *