24 March 2019
  • 24 March 2019
Breaking News

Banyak Cerita Dibalik Penguasaan Saham Freeport

By on 5 March 2019 0 18 Views

JAKARTA, ROC – Presiden Jokowi dalam beberapa momen menceritakan beberapa hal yang selama ini tidak terungkap oleh publik. Soal dinamika perjuangan pemerintah merebut Freeport misalnya. Ternyata banyak cerita dibalik penguasaan mayoritas saham Freeport.

Tidak hanya soal Freeport saja, ada isu-isu lain yang dibeberkan Presiden Jokowi. Padahal selama ini isu-isu itu hanya terdengar samar di ruang publik.

Jokowi menceritakan proses negosiasi divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Jokowi menyebut, negosiasi yang dilakukan antara pemerintah dengan PT Freeport Indonesia dimulai sejak 2014 lalu. Jokowi mengaku mempertaruhkan jabatannya sebagai Presiden jika gagal merebut 51 persen saham dari tangan perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu.

“Kalau saat nego itu kita kalah, ya sudah itu risiko saya. Sebuah risiko itu keputusan yang saya hadapi sudah saya hitung. Paling-paling didongkel dari Presiden, iya kan,” ucapnya.

Saat proses negosiasi berjalan, lanjut Jokowi, tekanan politik baik nasional maupun internasional berdatangan. Namun, Jokowi tak patah arang dan justru terus mendorong para pembantunya untuk merebut sebagian besar saham Freeport. Jokowi optimistis 51 persen saham Freeport bisa kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

“Saya sampaikan (kepada para menteri) risiko-risiko yang ada itu secara politik sudah saya hitung! Kita harus mencoba apakah ini benar-benar bisa kita dapatkan atau tidak, akhirnya bisa kan,” kata Jokowi.

Dalam acara Munaslub Partai Golkar pada Desember 2017 lalu, Presiden Jokowi memberikan pidato di hadapan tamu undangan dan kader partai berlambang pohon beringin. Jokowi justru membeberkan penerawangannya dan pemetaan kondisi dalam tubuh Partai Golkar. Dengan gaya guyonnya, Jokowi tak segan menyinggung tokoh politisi senior Golkar yang masih punya pengikut setia dalam partai.

“Saya tahu ada grup besar di Golkar. Ini blak-blakan saya. Ada grupnya Pak Jusuf Kalla, ada. Ada grup besar Pak Aburizal Bakrie, ada. Ada juga grupnya Pak Luhut Binsar Pandjaitan. Diem-diem tapi ada,” kata Jokowi disambut tawa tamu undangan.

Selain kubu Jusuf Kalla, Luhut dan kubu Ical sapaan akrab untuk Aburizal Bakrie, ada juga kubu lainnya yang disebutkan Jokowi yakni kubu Akbar Tandjung dan juga Agung Laksono.

“Ada juga grup besarnya Pak Akbar Tandjung ada semua orang tahu, ada juga grup Pak Agung Laksono dan grup besar lainnya. Yang saya lihat dari jauh yang tadi saya sampaikan,” ujarnya. [spy-red]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *