27 October 2020
  • 27 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Bangun Ibukota di Kalimantan, Andalkan Tukar Guling Aset

Bangun Ibukota di Kalimantan, Andalkan Tukar Guling Aset

By on 7 August 2019 0 258 Views

Jakarta, ROC – Pemerintah melalui Bappenas, mengungkapkan alur skema tukar guling aset di Jakarta untuk tambahan biaya membangun Ibu Kota baru di Kalimantan.

Beberapa aset tersebut meliputi gedung pemerintahan yang berada di pusat Jakarta, seperti di kawasan Medan Merdeka, Thamrin, Sudirman, Kuningan, dan SCBD.

“Jadi ini sifatnya karena ada potensi penerimaan yang besar dari aset Jakarta, maka kita akan mengupayakan agar kerja sama pengelolaan aset di Jakarta bisa dipakai untuk membangun ibu kota baru,” kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro selepas rapat terkait pemindahan Ibu Kota, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Adapun skema tukar guling yang ditawarkan, pertama, dengan menyewakan gedung perkantoran kepada pihak kedua dengan tarif sesuai dengan kontrak yang ada.

Kedua, kerja sama pembentukan perusahaan yang didirikan oleh dua atau lebih entitas bisnis dalam rangka penyelenggaraan bisnis pada jangka waktu tertentu (joint venture).

Ketiga, menjual langsung gedung kantor yang dimiliki ke pengembang.

Keempat, sewa gedung dengan syarat pengembang mau berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota baru. Hasil dari tukar guling ini diharapkan bisa menambal kebutuhan pembangunan Ibu Kota baru yang bersumber dari APBN.

“Ini bisa menambal kebutuhan APBN. Karena dari rancangan awal kita, tadinya dari APBN diperkirakan dibutuhkan Rp 93 triliun. Artinya kalau kita bisa mendapatkan pemasukan Rp 150, kita bisa menutupi seluruh kebutuhan pengeluaran yang memang harus dari APBN,” ujar Bambang.

Bambang juga mengungkapkan bahwa skema pembiayaan pembangunan Ibu Kota negara bisa dilakukan dengan kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) dan partisipasi swasta/BUMN.

Adapun lokasi pemindahan Ibu Kota baru sudah mengerucut pada tiga provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Presiden, sambung Bambang, berjanji segera memilih dan mengumumkan lokasi pastinya.

“Sebentar lagi presiden akan umumkan lokasi definitif. Tahun 2020 semua persiapan tadi, termasuk yang landasan hukum. Tahun 2021 full konstruksi, 2024 kita harapkan proses pemindahan tahap pertama sudah berlangsung,” ujar dia. (Red/Kompas)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *