19 October 2020
  • 19 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Bandara I Gusti Ngurah Rai Siagakan Posko Nataru, Tambah 367 Penerbangan

Bandara I Gusti Ngurah Rai Siagakan Posko Nataru, Tambah 367 Penerbangan

By on 19 December 2019 0 177 Views

ROC – Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali membuka posko angkutan tepadu Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru) di Terminal Kedatangan Domestik, Kamis (19/12). Posko Nataru akan beroperasi selama 20 hari, terhitung mulai tanggal 19 Desember 2019 dan akan berakhir pada Selasa, 7 Januari 2020.

“Bali masih tetap merupakan destinasi wisata favorit baik bagi wisatawan domestik dan internasional, terutama untuk menghabiskan masa libur Natal dan Tahun Baru di periode ini. Tentunya, kami selaku pengelola bandar udara bertujuan untuk mengawal terciptanya operasional penerbangan yang aman, selamat, dan tertib,” kata Herry A.Y. Sikado, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Ia juga menyampaikan, pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait personel yang bersiaga.

“Seperti pelaksanaan sebelumnya, kami telah menyiagakan personel Airport Security dengan jumlah cukup banyak, mencapai sekiranya 1.169 personel. Jumlah ini masih ditambah dengan bantuan personel dari TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara, serta Pecalang Desa Tuban. Unit K-9 pun juga disiapsiagakan. Seluruh personel ini akan dibagi dalam 3 shift setiap harinya,” imbuhnya.

Sementara terkait pengajuan tambahan penerbangan atau extra flight tercatat sebanyak 6 maskapai nasional dan internasional telah mengajukan permohonan.

“Hingga hari ini kami telah menyetujui permohonan extra flight sebanyak 367 penerbangan dari 6 maskapai, yaitu AirAsia, Garuda Indonesia, Malindo Air, Korean Air, Lion Air, dan Citilink,” ujarnya.

“Rute dari dan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta mendominasi dengan jumlah total sebanyak 351 penerbangan, atau lebih dari 95 persen dari total pengajuan extra flight. Sedangkan sisanya adalah rute dari dan ke Kuala Lumpur dengan 6 penerbangan, Brisbane dengan 6 penerbangan, serta Incheon dengan 4 penerbangan,” jelas Herry.

Jika dibandingkan dengan jumlah pengajuan extra flight pada Posko Nataru tahun lalu, di tahun ini terjadi penurunan yang cukup drastis, yakni mencapai 108 persen. Dalam pelaksanaan Posko Nataru di tahun lalu, tercatat pengajuan extra flight mencapai 765 penerbangan, dengan mengakomodasi sekitar 145 ribu kursi. Sedangkan di tahun ini, 367 pengajuan extra flight mampu mengakomodir 76 ribu kursi.

“Memang di pelaksanaan kali ini, permohonan extra flight turun cukup drastis. Namun demikian, kami tetap berkomitmen untuk mengawal salah satu periode sibuk dalam lalu lintas penerbangan di Bali ini, sehingga para pengguna jasa bandar udara dapat menikmati perjalanan udara yang selamat, aman, dan nyaman. Itu tekad kami,” ujar Herry.

Sementara Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Elfi Amir, menyatakan bahwa secara nasional, terjadi penurunan angka penumpang pesawat udara.

“Prediksi secara nasional berdasarkan data yang ada saat ini diperkirakan akan terjadi penurunan sekitar 8,4 persen skala nasional, namun kita tetap optimis untuk pertumbuhan jumlah pesawat dan penumpang di Bali akan tetap stabil,” terangnya.

Elfi juga memberikan keterangan terkait prediksi puncak arus penumpang yang terlayani. “Prediksi puncak arus datang diperkirakan akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2019, dan arus balik tanggal 5 Januari 2020,” ujar Elfi. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *