23 October 2020
  • 23 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Bakal Maju Jadi Lawannya di Pilkada Solo, Gibran Mendoakan Cucu PB Xll

Bakal Maju Jadi Lawannya di Pilkada Solo, Gibran Mendoakan Cucu PB Xll

By on 2 August 2020 0 146 Views

Ket.gbr: Gibran Rakabuming Raka memberikan doa dan ucapan untuk cucu PB XII, BRA Putri Woelan Sari Dewi, yang siap maju Pilkada Solo 2020/ist.

ROC — Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, mengucapkan selamat untuk cucu Pakubuwono XII, BRA Putri Woelan Sari Dewi, yang siap maju dalam Pilkada Solo 2020.

Tak hanya itu, Gibran juga mendoakan BRA Putri agar diberi kelancaran.

“Selamat berjuang, semoga dilancarkan,” kata Gibran Rakabuming Raka, Jumat (31/7) lalu, dikutip republik-online.com dari TribunSolo.

Terkait niat BRA Putri menjadi lawannya dalam Pilkada Solo 2020, Gibran mengaku senang.

Pasalnya, kata Gibran, warga Solo akan memiliki banyak pilihan.

“Jadi masyarakat Solo juga banyak pilihan,” ujar Gibran singkat.

Diketahui, BRA Putri Woelan Sari Dewi mendatangi kantor DPD PKS Kota Solo pada Kamis (23/7) lalu.

Tampaknya Putri tengah mencoba peluang untuk maju dalam kontestasi Pilkada Solo 2020, melawan Gibran dan Teguh.

Kedatangan Putri diterima langsung oleh Ketua Bappilu DPD PKS Kota Solo, Sugeng Riyanto, dan Ketua Majelis Pertimbangan Daerah PKS Solo, Budhi Hartanto.

Sugeng mengungkapkan kedatangan Putri saat itu adalah menunjukkan minat ikut pilkada sebagai lawan Gibran.

“Di situ Mbak Putri penjajakan awal kaitan dengan niatan beliau untuk ikut di kontestasi pilkada artinya sebagai penantang Gibran,” beber dia.

Sugeng sendiri mengaku PKS tertarik mengusung Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, dalam kontestasi pilkada nanti.

Ia menilai sosok Achmad Purnomo sebagai simbol perlawanan.

Hal ini, kata Sugeng, mengingat Achmad Purnomo gagal maju Pilkada Solo 2020 karena gagal mendapat rekomendasi PDIP.

Seperti diketahui, PDIP mengumumkan nama Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa sebagai pasangan yang mereka usung dalam Pilkada Solo 2020.

“Saya kira simbol perlawanan atau simbol ‘yang terzolimi’ adalah sosok Pak Purnomo dan saya kira publik akan sangat mudah memahami Pak Purnomo menyatakan siap maju,” terang Sugeng, Selasa (28/7).

“Saya meyakini memberikan empati dalam bentuk dukungan suara kita paham, saya kira filosofi masyarakat Indonesia dan Jawa khususnya memahami bab rasa.”

“Rasa yang dirasakan Pak Purnomo, digadang-gadang, dijanjikan dan seterusnya tapi di detik akhir meleset semua,” sambung dia.

Sugeng Riyanto mengatakan jika ada koalisi partai non-PDIP pada Pilkada Solo 2020, maka hal itu akan luar biasa.

Ia pun meyakini bisa mengalahkan dinasti politik di Kota Solo.

“Kita meyakini bisa mengalahkan politik dinasti di Kota Solo,” pungkasnya.

Prediksi Pengamat soal Gibran vs Cucu Pakubuwono XII

Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, memberikan tanggapannya terkait kabar BRA Putri Woelan Sari Dewi siap maju Pilkada Solo 2020..

Pangi juga menyampaikan prediksinya apabila Putri akhirnya maju menjadi lawan Gibran.

Menurut Pangi, hadirnya keluarga keraton sebagai lawan Gibran di Pilkada Solo, setidaknya dapat mengimbangi sang putra presiden.

“Kalau Putri dengan Gibran ini tentu bila di Solo ini kan ewuh pekewuh, ada anak raja, anak apa.”

“Derajatnya kalau di Solo ini keraton kelas ke berapa, kan di India pun ada Sudra, Brahmana, ini trahnya kelas ke berapa kita nggak tahu, tapi minimal mampu mengimbangi,” kata Pangi, Selasa (28/7).

Sementara itu, mengenai potensi kemenangan, menurut Pangi, hal itu tergantung masyarakat di Solo.

Pangi berpendapat, masyarakat yang tidak nyaman dengan adanya dinasti politik tentu akan menolak untuk mendukung Gibran.

“Soal kalah dan menang itu kembali ke masyarakat.”

“Kalau masyarakat misalnya Jokowi itu dianggap Gibran, tentu kalau masyarakat Solo nggak senang dengan dinasti politik, kurang nyaman dengan dinasti politik, tentu dia tidak akan memilih Gibran karena yang dilawan itu bagi mereka bukan Gibrannya tapi Pak Jokowinya,” ujar Pangi.

Menurut Pangi, Putri berpeluang untuk dipilih masyarakat yang merasa tak nyaman dengan dinasti politik.

Pangi menilai, majunya Gibran dalam Pilkada Solo 2020 merupakan uji coba pembentukan dinasti politik yang dilakukan presiden.

“Kalau masyarakatnya resistance, tidak nyaman, atau menolak narasi atau upaya yang dilakukan presiden untuk membangun dinasti politik ya mereka akan milih Putri, tentu tidak memilih Gibran,” kata Pangi.

“Karena bagi mereka ini tidak boleh, jadi artinya Putri harus menang,” pungkasnya. (red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *