28 October 2020
  • 28 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Bahaya Mengintai Prabowo, Apa Penyebabnya ?

Bahaya Mengintai Prabowo, Apa Penyebabnya ?

By on 27 July 2020 0 100 Views

ROC — Bahaya besar sedang mengintai Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Bukan. Ini bukan tentang keselamatan, melainkan peluang Prabowo menjadi presiden pada 2024. Kans mantan danjen Kopassus itu menjadi orang nomor satu di Indonesia makin kecil. Hal itu terlihat dari survei yang dilakukan berbagai lembaga dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Prabowo terus menurun. Survei dari Y-Publica, misalnya. Dalam survei yang dilakukan pada 1-10 Juli 2020, elektabilitas Prabowo Subianto hanya mencapai 17,3 persen. Angka itu merosot tajam dibandingkan elektabilitas Prabowo yang sebesar 23,7 persen pada survei Maret 2020.

Meskipun demikian, ayah satu anak itu tetap memiliki elektabilitas lebih tinggi dibandingkan tokoh lain. Dia unggul cukup jauh dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang ada di posisi kedua dengan elektabilitas 15,2 persen.

“Prabowo masih menjadi capres terkuat dengan elektabilitas 17,3 persen, diikuti Ganjar 15,2 persen dan Kang Emil (Ridwan Kami) 12,1 persen,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono, Rabu (22/7).

Y-Publica sendiri melakukan survei terhadap 1.200 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon. Responden dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error survei berada di kisaran 2,89 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebelumnya, survei yang dilakukan Center for Political Communication Studies (CPCS) juga menunjukkan hasil nyaris serupa.

Angka itu menurun cukup jauh dibandingkan elektabilitas Prabowo yang mencapai 22,7 persen pada Maret 2020. Namun, Prabowo lagi-lagi masih menempati urutan pertama daftar tokoh yang berpeluang besar menjadi presiden.

Prabowo unggul jauh dari Ganjar yang ada di urutan kedua dengan elektabilitas sebesar 13,5 persen. Prabowo juga menang mutlak dibandingkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang ada di posisi ketiga dengan elektabilitas 11,3 persen.

“Tiga tokoh muncul sebagai kekuatan utama dalam pertarungan memperebutkan posisi calon presiden 2024, yaitu Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil,” ungkap Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta, Minggu (12/7).

CPCS melakukan survei terhadap 1.200 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Responden dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Survei dilakukan via sambungan telepon.

Margin of error survei di kisaran angka 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *