20 October 2020
  • 20 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Baca WhatsApp, Polisi Sebut Anggota KAMI Hasut Demo Omnibus Law

Baca WhatsApp, Polisi Sebut Anggota KAMI Hasut Demo Omnibus Law

By on 14 October 2020 0 65 Views

Ket.gbr: Suasana Demo Menolak Omnibus Law di Papua.

ROC – Mabes Polri menangkap setidaknya delapan orang pengurus Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di DKI Jakarta dan Medan.

Mereka diduga berencana menghasut dan menyebarkan ujaran kebencian SARA melalui percakapan grup di WhatsApp. Hasutan tersebut kemudian diduga menjadi pemicu terjadinya aksi anarkis saat unjuk rasa omnibus law Undang-undang Cipta Kerja.

“Patut diduga mereka-mereka itu memberikan informasi yang menyesatkan. Kalau rekan-rekan membaca WhatsApp-nya ngeri. Pantas kalau di lapangan terjadi anarki,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono saat dikonfirmasi pada Selasa (13/10).

Awi pun menyebut bahwa dari percakapan tersebut, tergambar rencana yang ingin membawa aksi unjuk rasa UU Cipta Kerja berakhir ricuh.

Hanya saja, Awi enggan menjelaskan lebih detail. Ia mengatakan saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan insetif terhadap delapan orang dari anggota KAMI yang ditangkap.

“Nanti biar penyidik yang sampaikan itu,” kata Awi.

Diketahui sebelumnya, Kepolisian RI telah menangkap delapan orang dari KAMI di tempat dan waktu yang berbeda. Awi merinci, polisi menangkap empat orang di Medan, dan sisanya di Jakarta.

Dari delapan orang, lima diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Namun, seluruhnya terancam dipidana penjara lebih dari lima tahun.

“Mereka disangkakan melanggar setiap orang tanpa hak menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok tertentu berdasarkan SARA atau penghasutan sesuai Pasal 45A ayat 2 UU ITE atau Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan,” ucap Awi. (red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *