19 October 2019
  • 19 October 2019
Breaking News

Atasi Balapan Liar dan Geng Motor, Suharno Bangun Arena Balap

By on 5 March 2019 0 802 Views

Bandung, ROC – Munculnya stigma negative terhadap geng motor dan balapan liar yang kerap meresahkan warga, menggelitik Mayjen TNI (Purn) DR Ir H Suharno, MM, untuk membangun sebuah trek khusus balapan.

Untuk mengatasi persoalan kenakalan remaja tersebut, Suharno yang juga calon anggota DPD RI Dapil Jabar nomor urut 60 ini menyediakan dan mendesign sendiri lahan sebesar 100 hektare untuk arena trek balap di Desa Babakan Kecamatan Ciparay dan Desa Mekar Sari Kecamatan Pacet wilayah Kabupaten Bandung Jawa Barat.

Lahan 100 Hektare memang bukan lahan yang kecil sehingga secara teritorial mengambil 2 wilayah desa dan 2 wilayah Kecamatan di Kabupaten Bandung.

“Dengan adanya trek Balap ini, saya harapkan dapat menjadi solusi dan kanalisasi atas persoalan geng motor di Bandung yang selama ini meresahkan dan menjadi persoalan sosial yang belum ditemukan solusinya oleh pemerintah daerah bahkan pemerintah pusat,” ujar Suharno disela-sela kegiatan menjajal track motocross di tempatnya tersebut.

Baca Juga :

Dengan adanya trek balapan seluas 100 hektare yang dibangun oleh Mayjen TNI Purn Suharno ini, tentu saja menjadi solusi konkret untuk mengatasi persoalan sosial yang selama ini tidak pernah bisa diselesikan oleh negara.

“Saya membangun Trek ini awalnya memang karena saat muda dulu saya juga hobi dengan balap. Dilahan ini saya memberikan beraneka macam tantangan trek yang dapat memacu adrenaline bagi para pembalap. Bukan hanya balapan motor. Dengan lahan seluas ini saya juga membangun arena untuk off road bagi para pencinta off road. Sehingga mau balapan motor atau balapan mobil, off road dan trail, semua bisa menggunakan lahan ini,” pungkas Suharno.

Sementara, Fachruddin salah seorang pembalap yang telah mencoba trek balap ini, menyebutkan bahwa gagasan Mayjen TNI (Purn) Suharno dalam membuka arena track motocross ini merupakan bukti konkrit, seorang calon pemimpin masa depan yang langsung mengatasi permasalahan tanpa banyak bicara.

“Banyak pejabat dan tokoh masyarakat yang angkat bicara jika terjadi persoalan dengan geng motor di Bandung. Mereka lalu beramai-ramai sibuk membahas masalah tanpa pernah punya solusi konkret bagaimana mengatasi persoalan geng motor yang sudah menjadi momok. Bahkan pesoalan ini sering menjadi isu tingkat nasional. Dan hal ini terus terjadi berulang-ulang selama puluhan tahun tanpa pernah ada yang bisa memberikan solusi. Namun apa yang dilakukan oleh Pak Harno ini adalah langkah konkret yang menjadi solusi,” ujarnya. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *