23 October 2020
  • 23 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ashraf Sinclair : Serangan Jantung, Gerd, Hingga Jet Lag, Ini Kata Evan Sanders

Ashraf Sinclair : Serangan Jantung, Gerd, Hingga Jet Lag, Ini Kata Evan Sanders

By on 23 February 2020 0 369 Views

ROC — Penyebab kematian aktor dan pemain sinetron Ashraf Sinclair, secara mendadak, bukan karena serangan jantung atau gerd, seperti yang diberitakan sebelumnya. Ini menurut aktor Evan Sanders. Dia menduga Ashraf Sinclair meninggal karena Jet Lag Setiba dari Amerika. Berikut alasan dan penjelasannya.

Seperti diketahui, meninggalnya suami Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair, hingga saat ini masih mengejutkan banyak orang. Apalagi ayah satu anak ini tampak sehat dan tak memiliki riwayat penyakit.

Kabar yang beredar adalah, Ashraf meninggal dunia karena serangan jantung. Namun hal ini juga sempat dibantah jika penyebab kematian Ashraf adalah GERD. Saat ini asumsi berbeda datang dari aktor Evan Sanders, yang menduga penyebab lain yang merenggut nyawa ayah Noah Sinclair ini. Dia mengatakan bahwa Ashraf masih mengalami jet lag.

“Dari beberapa informasi teman dekat, emang kondisinya Ashraf sebenarnya masih jetlag karena ‘kan baru pulang dari Amerika,” kata Evan Sanders, dari YouTube TRANS TV OFFICIAL melalui TribunWow.

“Mungkin karena selama di Amerika dia nggak olah raga,” lanjutnya.

Ia menyebutkan kemungkinan Ashraf memaksakan diri untuk berolah raga padahal kondisi tubuhnya belum pulih dari jet lag.

“Begitu tiba di Indonesia pola hidup dia yang selalu olah raga itu dilakuin padahal masih jetlag, namun itu perkiraan sementara kita,” tutur Evan.

Lalu apa itu sebenarnya Jet Lag yang sering dianggap enteng?

Apa Itu Jet Lag?

Jet lag sering disebut juga dengan mabuk pascaterbang atau penat terbang.

Istilah tersebut merujuk pada gangguan tidur yang disebabkan karena perjalanan jarak jauh menggunakan pesawat dengan melalui zona waktu yang berbeda.

Kondisi mabuk pascaterbang mungkin berlangsung selama beberapa hari, dan tingkat kesembuhan satu hari per zona waktu yang dilintasi adalah pedoman yang diketahui umum.

Sedangkan dikutip republikonline.com dari Kompas.com, jet lag merupakan sebuah gangguan tidur yang disebabkan karena perjalanan jarak jauh menggunakan pesawat dengan melalui zona waktu yang berbeda. Biasanya, seseorang akan mengalami jet lag jika melakukan perjalanan hingga 13 jam atau lebih.

Menurut Psikolog Ratih Ibrahim, gejala jet lag pada umumnya yaitu mengantuk pada siang hari, tidak bisa tidur di malam hari, dan baru bisa tidur menjelang dini hari. Hal tersebut karena ritme tubuh masih mengikuti kebiasaan di tempat sebelumnya.

Penyebab Jet Lag

Jet lag terjadi ketika tubuh tidak bisa langsung menyesuaikan diri dengan waktu setempat saat bepergian melintasi zona waktu berbeda. Hal ini terjadi karena tubuh mempunyai jam biologis yang masih sama dengan zona waktu sebelumnya. Jam biologis ini dinamakan irama sirkadian, yang membuat seorang manusia terjaga di siang hari dan tidur di malam hari.

Semakin banyak zona waktu yang dilewati, akan semakin panjang waktu yang dibutuhkan tubuh untuk menyesuaikan diri dengan waktu setempat.

Gejala Jet Lag

Gejala jet lag yang paling umum adalah mengantuk pada siang hari, tidak bisa tidur di malam hari, dan baru bisa tidur menjelang dini hari. Hal tersebut karena ritme tubuh masih mengikuti kebiasaan di tempat sebelumnya.

Berikut ini gejala lain akibat jet lag yang dikutip dari situs Hello Sehat.

Gangguan tidur

Seperti insomnia, bangun terlalu awal atau mengantuk berlebihan, kelelahan pada siang hari, merasa gelisah, sakit kepala, dehidrasi, kesulitan berkonsentrasi atau berfungsi secara normal, daya ingat menurun, berkurangnya nafsu makan, sembelit, gangguan pencernaan, atau diare, tidak enak badan, perubahan mood.

Cara Mengatasi Jet Lag

Umumnya, gejala jet lag akan membaik setelah beberapa hari sehingga tidak memerlukan pengobatan khusus. Tips sederhana berikut ini bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi jet lag.

Mengantisipasi perubahan zona waktu, dengan cara tidur dan bangun lebih cepat atau lebih lama dari biasanya, beberapa hari sebelum penerbangan. Pilih penerbangan yang tiba di tujuan pada siang menjelang sore, lalu usahakan untuk tidak tidur hingga pukul 22:00 waktu setempat.Jangan lupa untuk mengubah jam sesuai dengan waktu di tempat tujuan, agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan waktu setempat.Minum air putih secukupnya, baik selama penerbangan maupun setelah tiba di tujuan, untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperparah gejala jet lag. Hindari konsumsi alkohol dan kafein, 3-4 jam sebelum waktu tidur. Kedua minuman tersebut dapat membuat susah tidur. Hindari konsumsi makanan berat sesaat sebelum pesawat mendarat. Pastikan tubuh terpapar sinar matahari ketika sampai tempat tujuan, sebab berdiam diri di dalam ruangan dapat memperparah gejala jet lag.

Gunakan penyumbat kuping dan penutup mata untuk mengurangi suara dan paparan cahaya selama tidur di pesawat. Namun jika jet lag tak kunjung membaik, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Jangan Langsung Olahraga

Seperti diketahui, gejala umum jet lag adalah rasa kantuk yang berlebihan serta kelelahan di siang hari. Sementara pada siang hari, aktivitas manusia akan lebih banyak dilakukan. Hindari melakukan aktivitas atau olahraga yang berat saat irama biologis tubuh belum sesuai dengan waktu setempat akibat jet lag.

Gangguan tidur atau insomnia yang disebabkan jet lag akan sebabkan tubuh menjadi lemah karena kurangnya waktu istirahat. Dilansir dari situs Dokter Sehat, jika waktu tidur kurang tapi tetap berolahraga, maka akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Lebih parah, olahraga berat ketika jet lag belum pulih bisa menyebabkan kematian mendadak karena serangan jantung. Sempat diberitakan sebelumnya jika Ashraf melakukan olahraga cukup berat setibanya di Indonesia setelah pulang liburan dari Amerika Serikat. Hingga pada Selasa (18/2/2020) pada dini hari suami BCL ini dikabarkan meninggal dunia.

(idj/idj)
Foto : Kolase TribunNewsmaker, Instagram @ashrafsinclair dan @iam.evansanders

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *