25 January 2021
  • 25 January 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • AS Jadi Mediator, Kelompok Islam di Maroko Tolak Normalisasi Hubungan Israel

AS Jadi Mediator, Kelompok Islam di Maroko Tolak Normalisasi Hubungan Israel

By on 13 December 2020 0 51 Views

Warga Israel mengibarkan bendera Israel di luar gerbang Damaskus di Yerusalem, Minggu 13 Mei 2018. Israel memperingati ulang tahun ke-51 pendudukan di Yerusalem Timur dalam perang 1967.(AP)

ROC – Kelompok-kelompok Islam di Maroko pada Sabtu, 12 Desember 2020, kompak menolak rencana pemerintah di negara itu untuk normalisasi hubungan dengan Israel. Amerika Serikat telah menjadi mediator dalam upaya normalisasi hubungan Israel – Maroko.

Kelompok Gerakan Reformasi dan Persatuan (MUR) yang merupakan anak cabang Partai PJD, yakni partai berkuasa di Maroko, mengatakan normalisasi hubungan Israel adalah sebuah hal tercela. MUR juga mencela segala upaya normalisasi dan infiltrasi zionis.

Kelompok Adl Wal Ihssane, Yakni salah satu kelompok oposisi terbesar di Maroko, menyebut kesepakatan normalisasi hubungan Israel – Maroko adalah sebuah tikaman dari belakang bagi masyarakat Palestina.

Sebelumnya Partai PJD mendukung tindakan Raja Mohammed VI atas normalisasi hubungan dengan Israel. Namun saat yang sama meyakinkan tetap mendukung masyarakat Palestina dan menegaskan posisi partai melawan pendudukan zionis Israel.

PJD membutuhkan waktu dua hari untuk bereaksi atas rencana normalisasi hubungan Israel – Maroko atau setelah muncul silang pendapat antar politikus senior di partai berkuasa itu.

Israel dan Maroko pada Kamis, 10 Desember 2020, sepakat untuk menormalisasi hubungan dalam sebuah kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat. Kesepakatan ini menjadikan Maroko negara Arab keempat yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel dalam empat bulan terakhir.

Maroko bergabung dengan Uni Emirat Arab, Bahrain dan Sudan, yang sebelumnya telah lebih dulu menjalin kesepakatan dengan Israel.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membalikkan kebijakan negara itu sebelumnya, dengan setuju untuk mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat, yakni sebuah wilayah gurun yang dipersengketakan Maroko dengan Front Polisario, yang didukung Aljazair. Front Polisario adalah sebuah gerakan separatis yang berupaya mendirikan negara merdeka di Sahara Barat.

Red

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *