27 October 2020
  • 27 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ariza : Virus itu Betul Ada, Jangan Tunggu Keluarga Meninggal Baru Sadar Bahaya Corona!

Ariza : Virus itu Betul Ada, Jangan Tunggu Keluarga Meninggal Baru Sadar Bahaya Corona!

By on 18 August 2020 0 91 Views

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (foto.dok: idj/ROC)

ROC – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) meminta warga DKI sadar akan bahaya virus Corona. Menurutnya, jangan sampai masyarakat baru menyadari bahayanya ketika sudah ada keluarga meninggal dunia karena terkena Corona atau Covid-19.

“Jangan menunggu anggota keluarga meninggal baru sadar, ‘Oh ternyata betul ya virus ini’. Virus memang ada’, jangan dengar hoax, virus itu betul ada di tengah kita,” ujar Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/8).

Politikus Gerindra itu menegaskan kesadaran masyarakat dalam penanggulangan virus Corona itu menjadi hal yang utama. Tanpa kesadaran warga, semua yang dilakukan pemerintah akan menjadi sia-sia.

“Yang penting begini, kami terus melakukan dan kami butuh kesungguhan, tapi sekali lagi yang dibutuhkan kesadaran masyarakat. Dalam kondisi seperti ini 80 persen adalah kesadaran dan kepatuhan warga. Jadi sehebat apa pun regulasi yang dibuat pemerintah, aparat yang dihadirkan dan sanksi yang diberikan hanya memberikan kontribusi 20 persen, 80 persen terletak di warga,” katanya.

Ariza mengatakan angka kematian di DKI Jakarta akibat virus Corona berada di angka 3,6 persen. Menurutnya, angka tersebut terus mengalami penurunan.

“Kami di DKI bersyukur angka kematian menurun, sekarang 3,6 persen. Itu upaya kami, kalau angka kematian menurun itu artinya usaha kami membaik. Kekebalan tubuh warga semakin membaik, penanganan kami baik,” ucapnya.

Menurutnya, Pemprov DKI terus meningkatkan jumlah tes Corona. Saat ini, jumlah tes tersebut sudah 4 kali lipat di atas standar WHO. Total, Pemprov DKI telah melakukan tes kepada lebih dari 600 ribu orang.

“Data Covid-19 masih tinggi karena memang DKI Jakarta terus melaksanakan testing secara masif, tesnya banyak sekali. Jumlahnya luar biasa, 5 sampai 10 ribu per hari, sudah lebih dari 600 ribu lebih kita testing. Cara kami dalam rangka mempercepat memutus mata rantai penyebaran itu kan sederhana saja, kalau kita ingin menyelesaikan masalah kuncinya adalah mengidentifikasi masalah,” imbuhnya. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *